Penjualan Honda Terjun Bebas saat Gandeng GAC di China

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Kamis, 23 Juli 2026 | 10:29 WIB
Penjualan Honda Terjun Bebas saat Gandeng GAC di China
Ikustrasi logo mobil Honda . (Ist)
baca 10 detik
  • Honda memperpanjang masa kerja sama dengan Guangzhou Automobile Group hingga tahun 2038 guna menghadapi dinamika pasar China.
  • Penjualan kendaraan Honda di China merosot tajam hampir 60 persen dari tahun 2020 hingga prediksi 2025.
  • Perpanjangan kemitraan ini dilakukan agar perusahaan mempunyai waktu mengevaluasi bisnis di tengah dominasi merek lokal.

Suara.com - Pabrikan otomotif asal Jepang Honda sedang menghadapi tantangan besar di pasar otomotif China yang merupakan pasar terbesar di dunia. Meskipun angka penjualan terus merosot tajam selama beberapa tahun terakhir, Honda justru memilih langkah berani dengan memperpanjang masa kerja sama dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) hingga tahun 2038.

Melansir laporan dari Carscoops, perpanjangan kemitraan ini menambah durasi sepuluh tahun dari kesepakatan awal yang seharusnya berakhir pada 2028.

Sejak memulai produksi bersama pada 1999, kolaborasi Honda dan GAC telah membukukan total penjualan lebih dari 11 juta unit kendaraan. Namun kejayaan tersebut kini dibayangi oleh tren penurunan yang signifikan.

Data menunjukkan adanya kemunduran drastis pada performa Honda di China. Pada 2020, Honda masih sanggup memasarkan sekitar 1,62 juta unit kendaraan lewat

GAC Honda dan Dongfeng Honda. Memasuki 2025, angka tersebut diprediksi merosot hingga menyentuh angka 640.000 unit saja. Penurunan ini mencapai hampir 60 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Juru bicara Honda memberikan penjelasan terkait alasan di balik langkah strategis tersebut. Perusahaan membutuhkan ruang gerak untuk memantau dinamika pasar yang sangat fluktuatif di Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Keberlangsungan bisnis membutuhkan jangka waktu tertentu. Sementara itu, pasar otomotif China berubah dengan sangat cepat sehingga kami mengambil keputusan ini untuk terus mengevaluasi lingkungan bisnis," ujar perwakilan Honda.

Masa depan Honda di China diprediksi tetap terjal karena dominasi merek lokal yang semakin kuat. Produsen otomotif China kini memimpin pasar dengan menawarkan kendaraan listrik berteknologi tinggi dan harga yang jauh lebih kompetitif.

Honda harus segera beradaptasi jika ingin mempertahankan eksistensi di tengah gempuran mobil listrik lokal yang kian canggih dan diminati konsumen di pasar China.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:35 WIB

7 Motor Kuat Nanjak dan Angkat Barang Berat tapi Irit Bensin, Harga 5 Jutaan

7 Motor Kuat Nanjak dan Angkat Barang Berat tapi Irit Bensin, Harga 5 Jutaan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:07 WIB

Pindah ke Honda, Ini Perjalanan Fabio Quartararo Selama 7 Tahun di Yamaha

Pindah ke Honda, Ini Perjalanan Fabio Quartararo Selama 7 Tahun di Yamaha

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:13 WIB

Terkini

7 Tips Mencegah Garis Rambut atau Hairline Mundur, Hentikan Kebiasaan Mengikat Terlalu Kencang

7 Tips Mencegah Garis Rambut atau Hairline Mundur, Hentikan Kebiasaan Mengikat Terlalu Kencang

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:10 WIB

7 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Keringat, Riasan Kembali Rapi dan Flawless

7 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Keringat, Riasan Kembali Rapi dan Flawless

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:01 WIB

Review Sacrifice: Satir Kaum Superkaya dan Ambisi Selamatkan Bumi

Review Sacrifice: Satir Kaum Superkaya dan Ambisi Selamatkan Bumi

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:37 WIB

RI Tak Mau Cuma Jadi Pasar Teknologi Global, Chip dan AI Jadi Taruhan

RI Tak Mau Cuma Jadi Pasar Teknologi Global, Chip dan AI Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

×