- Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan Bandara Soekarno-Hatta hingga Minggu pukul 09.30 WIB akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Penutupan bandara tersebut berdampak pada 209 pergerakan penerbangan dan menyebabkan 22.798 penumpang mengalami gangguan perjalanan.
- Sebanyak 170 pesawat yang parkir di area apron dipastikan berada dalam kondisi aman.
Suara.com - Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan sementara bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB karena masih terdeteksi adanya sebaran abu vulkanik di area bandara.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan tersebut berdasarkan hasil paper test terbaru yang dilakukan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05-06.35 WIB.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Sebelumnya, berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, bandara ditutup sementara sejak pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB.
Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 05.30 WIB, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak akibat penutupan wilayah udara tersebut. Total penumpang yang terdampak mencapai 22.798 orang.
Sementara itu, sebanyak 170 pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) dipastikan dalam kondisi aman dan berada di area apron. Rinciannya, 66 pesawat berada di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat di area kargo.
Dampak operasional juga terjadi pada penerbangan domestik dan internasional. Untuk rute domestik, Makassar (UPG) menjadi rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak, yakni 16 pergerakan pesawat.
Sedangkan untuk penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) tercatat menjadi yang paling banyak terdampak dengan 11 pergerakan pesawat.
Penanganan penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali. Dampak tersebut terjadi pada sejumlah rute, seperti Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.
Sementara pada penerbangan domestik, terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan untuk rute Lampung, Denpasar, dan Surabaya.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, serta BMKG terkait perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau
Ditjen Perhubungan Udara juga memberikan perhatian terhadap pemulihan jadwal penerbangan karena penutupan bandara berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya hingga kapasitas terminal.
Untuk calon penumpang yang akan bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta, Ditjen Perhubungan Udara mengimbau agar memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangannya.
Penumpang juga diminta tidak datang ke bandara terlebih dahulu sebelum mendapatkan kepastian mengenai status penerbangannya.