- Menperin Agus Gumiwang membuka GIIAS 2026 di ICE BSD pada 31 Juli 2026 untuk memperkuat ketahanan ekonomi.
- Indonesia didorong menjadi basis produksi global setelah produksi semester pertama 2026 mencapai 619.000 unit kendaraan.
- Pemerintah mendukung percepatan transisi energi rendah emisi melalui berbagai teknologi tanpa memihak satu jenis tertentu.
Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan arahan khusus bagi pelaku industri otomotif nasional saat membuka ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan tiga pesan utama yang memposisikan sektor otomotif sebagai tulang punggung penting bagi perekonomian negara.
Pesan pertama berkaitan dengan peran strategis otomotif bagi stabilitas ekonomi nasional. Agus menjelaskan bahwa sektor ini bukan sekadar urusan pasar melainkan bagian dari ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
"Pesan saya yang pertama adalah sektor otomotif adalah urusan ketahanan ekonomi, bukan hanya sekadar urusan pasar," ujar Agus di ICE BSD pada Jumat 31 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa keterlibatan rantai pasok yang luas serta penyerapan tenaga kerja besar menjadi alasan pemerintah memperkuat struktur industri ini. "Itulah sebabnya ketika pemerintah berbicara mengenai sektor otomotif, kami tidak sedang berbicara tentang penjualan kendaraan tetapi sedang berbicara mengenai pertahanan struktur industri nasional," katanya, Sabtu (1/8/2026).
Selanjutnya, Agus mendorong transformasi Indonesia agar menjadi basis produksi kendaraan dunia dan bukan hanya sekadar pasar konsumsi. Berdasarkan data semester pertama 2026, produksi kendaraan nasional mencapai 619.000 unit atau meningkat 11,3 persen. Penjualan secara wholesales juga melonjak 15,9 persen ke angka 436.000 unit. Menperin optimis target penjualan 850.000 unit tahun ini bisa terlampaui karena ruang pertumbuhan pasar masih sangat besar.
"Angka 850.000 unit seharusnya bukan menjadi batas atas. Angka tersebut merupakan titik awal, karena pasar otomotif Indonesia jauh dari posisi jenuh. Bahkan kita harus berani mengatakan, pasar otomotif kita justru baru dimulai," ungkapnya.
Pesan ketiga mengenai percepatan transisi energi menuju kendaraan rendah emisi. Tren positif terlihat dari data penjualan kendaraan elektrifikasi yang kini menyumbang 26,8 persen dari total pasar. Meski mendukung kemajuan teknologi, Agus menegaskan pemerintah tidak akan memihak satu jenis teknologi saja.
"Kami tidak dalam posisi untuk menempatkan satu teknologi sebagai lawan dari teknologi yang lain. Kendaraan listrik berbasis baterai, hybrid, mesin pembakaran internal, pemanfaatan biodiesel maupun bioetanol, seluruhnya adalah jalan menuju tujuan yang sama, yaitu emisi yang lebih rendah dan ketahanan energi yang lebih kuat," jelasnya.
Pemerintah tetap mendorong pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai seiring kekayaan sumber daya nikel di Indonesia. Namun prioritas utamanya tetap memastikan setiap teknologi yang berkembang mampu memberikan nilai tambah nyata bagi industri dalam negeri.