- Mitsubishi Motors menyatakan lampu hazard hanya untuk kondisi darurat seperti kerusakan teknis atau pengereman mendadak.
- Pengemudi sering menyalahgunakan lampu hazard saat hujan deras, di terowongan, jalan tol, serta persimpangan jalan.
- Penyalahgunaan lampu hazard dapat membingungkan pengendara lain dan meningkatkan risiko kecelakaan beruntun di jalan raya.
Suara.com - Lampu hazard sering kali menjadi fitur yang paling sering disalahgunakan oleh para pengemudi di jalanan Indonesia.
Memahami fungsi sebenarnya dari tombol segitiga merah di dasbor sangatlah krusial demi keselamatan bersama.
Banyak orang masih mengira bahwa menyalakan lampu hazard adalah solusi instan untuk segala kondisi sulit di jalan, padahal penggunaan yang keliru justru bisa memicu kecelakaan beruntun karena memberikan sinyal yang membingungkan bagi pengendara lain di belakang Anda.
Situs resmi Mitsubishi Motors Indonesia memberikan panduan tegas mengenai etika penggunaan fitur ini agar tidak terjadi salah kaprah.
"Lampu hazard pada mobil memang dirancang untuk memberi tanda bahwa ada bahaya atau keadaan darurat yang sedang dialami oleh sebuah mobil," tulis mereka.
Namun, dalam praktiknya, fitur ini sering kali diaktifkan pada momen-momen yang justru membahayakan kelancaran lalu lintas.
Contoh Penggunaan Lampu Hazard yang Buruk

1. Cuaca Hujan atau Berkabut
Salah satu kesalahan paling umum yang masih sering dilakukan adalah menyalakan lampu hazard saat menembus hujan deras atau kondisi berkabut.
Siapa yang sering melakukan ini? Banyak pengendara merasa lampu yang berkedip akan membantu posisi mobil lebih terlihat oleh orang lain.
Padahal, tindakan ini sangat berisiko. Ketika lampu hazard menyala, lampu sein otomatis tidak akan terlihat fungsinya oleh pengendara lain.
Hal ini membuat pengemudi di belakang tidak tahu apakah Anda berniat berbelok atau berpindah jalur, sehingga risiko tabrakan samping atau belakang meningkat drastis.
2. Terowongan
Lokasi lain yang sering menjadi tempat penyalahgunaan adalah di dalam terowongan, terutama yang panjang dan gelap.
Banyak yang merasa perlu menyalakan hazard agar tampak lebih waspada, namun sebenarnya Anda hanya perlu menyalakan lampu utama untuk membantu penglihatan dan visibilitas kendaraan.
Lampu hazard yang berkedip di ruang tertutup dan gelap justru bisa menyilaukan serta membingungkan persepsi jarak bagi pengendara lain yang berada di belakang Anda.
3. Melaju Lurus di Tol
Di jalan tol, kita juga sering menemui mobil yang melaju lurus dengan kecepatan tinggi sambil menyalakan lampu hazard.
Tindakan ini sama sekali tidak dibenarkan karena justru menciptakan ketidakpastian bagi pengguna jalan tol lainnya.
Mengemudi lurus di jalan tol harus dilakukan dengan kecepatan stabil sesuai aturan, bukan dengan menyalakan hazard yang memberi kesan seolah-olah mobil sedang mengalami malafungsi.
Hal serupa sering terjadi di persimpangan jalan; beberapa pengemudi menyalakan hazard sebagai isyarat ingin mengambil jalan lurus.
Ini adalah kekeliruan besar karena tidak ada aturan universal yang membenarkan hazard sebagai tanda jalan lurus, dan hal ini hanya akan membuat pengemudi dari arah lain ragu untuk melintas.
Penggunaan Lampu Hazard yang Benar

Lalu, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk memencet tombol hazard? Jawabannya adalah hanya saat kondisi darurat yang sesungguhnya.
Anda wajib menyalakan hazard saat kendaraan mengalami kerusakan teknis seperti ban bocor, mesin mati mendadak (overheat), atau saat terlibat dalam kecelakaan di jalan.
Selain itu, hazard boleh digunakan sesaat ketika Anda harus melakukan pengereman mendadak karena ada rintangan tiba-tiba di depan, seperti hewan yang melintas atau kendaraan lain yang jatuh, guna memberi peringatan cepat kepada pengemudi di belakang agar segera melambat.
Pihak Mitsubishi Motors menekankan bahwa lampu hazard pada dasarnya digunakan untuk kondisi berhenti atau mengerem mendadak karena alasan keselamatan, bukan saat mobil sedang melaju dalam kondisi normal.
Menggunakan fitur ini secara bijak menunjukkan bahwa Anda adalah pengemudi cerdas yang sangat menghargai nyawa dan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Pastikan Anda selalu mengacu pada fungsi teknis yang benar agar perjalanan harian tetap aman dan nyaman tanpa membahayakan orang lain.