BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan

Vania Rossa, Lilis Varwati

Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:23 WIB
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
Ilustrasi Dapur MBG (Instagram)
baca 10 detik
  • Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menghentikan sementara operasional SPPG Karangturi, Semarang, setelah dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 707 siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang.
  • Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium, serta BGN telah memberikan surat peringatan kepada pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan program.
  • Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, mayoritas korban mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare, sementara 13 orang sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas dengan kondisi kini dilaporkan membaik.

Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi di Semarang, Jawa Tengah, dihentikan sementara (suspend) menyusul insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 707 siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang.

Keputusan itu diambil sembari menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menyebabkan ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang mengalami keracunan.

"SPPG kita beri surat peringatan. Ini kan ada mitra, yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi, termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan," kata Sudaryono dalam pernyataannya, usai menjenguk korban keracunan MBG tersebut di Semarang, ditulis Minggu (2/8/2026).

Sudaryono mengatakan dirinya sengaja datang ke Semarang untuk melihat langsung kondisi para korban yang dirawat di sejumlah rumah sakit.

Ia mengaku dapat laporan adanya keracunan dari SMK Negeri 6 Semarang ya. Ada lebih dari 700 orang yang menjadi korban, 13 di antaranya dirawat di rumah sakit dan puskesmas

"Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik," imbuhnya.

Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan MBG yang diberikan pada Jumat (31/7) lalu. Mayoritas mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare.

BGN menyatakan investigasi masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:17 WIB

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:51 WIB

BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah

BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:50 WIB

Terkini

BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan

BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu

Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo

Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:15 WIB

3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!

3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!

Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS

Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren

Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa

Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 08:05 WIB

5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton

5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza

Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 07:20 WIB

×