- Yamaha meluncurkan motor sport fairing terbaru Yamaha YZF-R2 di India dengan harga sekitar Rp42 hingga Rp46 juta.
- Yamaha R2 dibekali mesin 204cc DOHC dan fitur elektronik canggih yang jauh mengungguli spesifikasi Yamaha R15 Indonesia.
- Peluncuran Yamaha R2 meningkatkan ekspektasi konsumen Indonesia terhadap standar spesifikasi motor sport harga 40 jutaan.
Suara.com - Pecinta otomotif dunia baru saja dikejutkan dengan peluncuran motor sport fairing terbaru, yaitu Yamaha YZF-R2 (Yamaha R2) di India.
Kejutan terbesar bukan hanya pada tampilannya yang gagah, tetapi pada banderol harganya. Berada di kelas mesin yang lebih besar, Yamaha R2 harga 40 jutaan ini ternyata memiliki harga yang setara dengan Yamaha R15 di Indonesia.
Padahal, secara performa mesin, Yamaha R2 membawa spesifikasi yang jauh mengungguli adiknya tersebut. Fenomena harga ini tentu menimbulkan pertanyaan menarik di kalangan penggemar motor sport tanah air.
Di India, harga Yamaha R2 mulai dari Rs 2,30 lakh hingga Rs 2,53 lakh, menurut Rushlane.
Jika dikonversi ke Rupiah menggunakan nilai kurs 1 Rupee yang setara dengan Rp 185,36, maka harga motor baru ini berkisar antara Rp 42,63 juta hingga Rp 46,90 juta saja.
Coba bandingkan dengan harga All New R15 Connected di Indonesia yang saat ini dijual mulai dari Rp 42,20 juta hingga Rp 47,10 juta untuk tipe tertinggi.
Secara nominal, rentang harga keduanya sangat mirip. Namun, dengan nominal uang yang sama, konsumen di India mendapatkan mesin 204cc, sementara konsumen di Indonesia mendapatkan mesin 155cc.
Jika kita melihat perbandingan Yamaha R2 vs R15 di sektor dapur pacu, perbedaannya sangat mencolok.
Yamaha R2 mengusung mesin baru berkapasitas 204cc dengan konfigurasi DOHC (Double Overhead Camshaft / sistem dua noken as di kepala silinder yang membuat pergerakan katup mesin lebih presisi di putaran tinggi).
Mesin ini mampu menyemburkan tenaga maksimal hingga 26,5 PS dan torsi puncak 19,1 Nm.

Sementara itu, spesifikasi Yamaha R2 ini jauh di atas All New R15 Indonesia yang masih memakai mesin 155,09cc dengan teknologi SOHC (Single Overhead Camshaft / satu noken as di kepala silinder).
Mesin R15 hanya sanggup menghasilkan tenaga 19,3 PS dan torsi 14,7 Nm.
Singkatnya, Yamaha R2 menawarkan tenaga hampir 40% lebih besar dengan harga yang kurang lebih sama. Tidak heran jika banyak yang menyebut R2 sebagai motor sport DOHC murah yang sangat bernilai.
Selain mesin yang buas, fitur elektronik yang dibawa Yamaha R2 juga sangat mewah untuk kelas motor sport entry level.
R2 sudah dilengkapi dengan gas elektronik (Ride-by-Wire) yang memungkinkan adanya fitur Yamaha Riding Control (YRC).
Fitur ini menyediakan tiga mode berkendara, yaitu Street untuk harian, Sport untuk performa maksimal, dan Rain untuk jalanan basah. R15 belum memiliki mode berkendara seperti ini.
Keunggulan lain dari Yamaha R2 adalah kehadiran fitur quickshifter dua arah (bi-directional quickshifter) pada varian QS dan M.
Fitur ini memungkinkan pengendara untuk menaikkan atau menurunkan gigi transmisi tanpa perlu menarik tuas kopling.
Di sisi lain, fitur quickshifter pada R15M di Indonesia hanya bekerja satu arah, yaitu saat menaikkan gigi saja.
Mengapa Yamaha R2 bisa dijual dengan harga yang sangat mepet dengan R15? Jawabannya terletak pada strategi penentuan posisi produk oleh Yamaha India.
Di pasar India, harga Yamaha R15 tipe tertinggi (varian M) sebenarnya sudah cukup tinggi dan menembus angka Rs 2 lakh.

Kehadiran R2 dirancang sebagai motor sport satu silinder andalan utama (flagship) baru yang berada tepat di atas R15 untuk menjembatani konsumen yang menginginkan performa lebih tinggi tanpa harus membeli motor besar yang jauh lebih berat atau mahal.
Rangka Diamond berbahan baja tarik tinggi pada R2 yang berbobot 14 kg juga dirancang lebih ringan 2,8 kg dari sasis Deltabox R15, membuat biaya produksinya tetap efisien namun menghasilkan motor yang sangat ringan, hanya 149 kg.
Dampak peluncuran Yamaha R2 ini tentu membuat peta persaingan motor sport di Indonesia menjadi menarik.
Konsumen di Indonesia kini menyadari bahwa dengan standar harga Rp 40 jutaan, pabrikan sebenarnya mampu menyajikan motor berspesifikasi 200cc DOHC dengan fitur elektronik kelas atas seperti mode berkendara dan quickshifter dua arah.
Hanya saja, absennya VVA dan rangka Deltabox membuat "DNA" motor ini terasa kurang "Yamaha".