Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB
Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan
Logo Suzuki. (Foto: Suzuki)
baca 10 detik
  • Suzuki merombak sistem manufaktur dengan memangkas waktu pengembangan model baru menjadi dua tahun pada 2030.
  • Perusahaan meninggalkan metode konvensional dan beralih ke pengembangan paralel menggunakan teknologi digital serta kecerdasan buatan.
  • Suzuki menerapkan strategi multi-powertrain dan platform modular untuk meningkatkan efisiensi produksi serta memperluas daya jangkau kendaraan.

Suara.com - Pergerakan masif pabrikan Tiongkok yang sangat agresif merilis produk baru memaksa Suzuki Motor Corporation merombak total pola manufakturnya. Produsen otomotif asal Jepang ini menargetkan pemangkasan durasi pengembangan model baru secara ekstrem hingga setengahnya, yakni menjadi sekitar dua tahun pada 2030 mendatang.

Langkah radikal ini diambil karena siklus lama yang memakan waktu 40 hingga 48 bulan dinilai tak lagi relevan menghadapi iklim kompetisi global yang bergerak serba cepat.

Presiden Suzuki Motor Corporation, Toshihiro Suzuki menegaskan bahwa akselerasi internal menjadi harga mati agar perusahaan tetap bertahan di tengah tekanan kompetitor.

Untuk merealisasikan target tersebut, Suzuki meninggalkan metode berurutan konvensional dan beralih ke pengembangan paralel. Tim perencanaan, desain, hingga pengadaan komponen kini diwajibkan bekerja bersamaan sejak fase awal dengan dukungan kecerdasan buatan dan teknologi digital.

Efisiensi lini produksi turut ditargetkan melonjak 50 persen lewat pemanfaatan platform modular serta penggunaan komponen bersama. Pendekatan ini memungkinkan beberapa model turunan dirancang sekaligus tanpa harus memulai rancangan dari nol.

Di tengah transisi elektrifikasi global, produsen yang dikenal lewat lini kendaraan ringkasnya ini tetap kukuh mengusung strategi multi-powertrain. Suzuki enggan membatasi diri pada kendaraan listrik berbasis baterai semata, melainkan tetap memproduksi mesin internal, hybrid, CNG, hingga biogas sesuai kesiapan infrastruktur lokal.

Terobosan efisiensi teknis ini tercermin pada pengembangan prototipe mobil listrik e SKY. Lewat optimalisasi mikro pada komponen motor hingga hambatan gulir, daya jangkau kendaraan mungil tersebut melesat signifikan dari semula 230 kilometer menjadi 310 kilometer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Listrik iCAR V23 Tembus Penyerahan 1.000 Unit ke Konsumen Indonesia

Mobil Listrik iCAR V23 Tembus Penyerahan 1.000 Unit ke Konsumen Indonesia

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 14:30 WIB

Syarat Wajib Mobil Listrik Naik Kapal Feri: Persiapan Penting Sebelum Menyeberang Pulau

Syarat Wajib Mobil Listrik Naik Kapal Feri: Persiapan Penting Sebelum Menyeberang Pulau

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 11:48 WIB

Harga Bekas 3 Mobil Pabrikan Otomotif Jepang yang Sudah Disuntik Mati di Indonesia pada 2025

Harga Bekas 3 Mobil Pabrikan Otomotif Jepang yang Sudah Disuntik Mati di Indonesia pada 2025

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 16:35 WIB

Terkini

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:09 WIB

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

×