- Pengemudi mobil matik CVT disarankan memindahkan tuas ke posisi Netral jika berhenti di lampu merah lebih dari sepuluh detik.
- Transmisi otomatis konvensional lebih aman menahan posisi Drive saat berhenti singkat di bawah tiga puluh detik tanpa risiko kerusakan berarti.
- Pemindahan tuas transmisi ke posisi Netral saat berhenti lama mencegah risiko kecelakaan akibat kaki tidak sengaja terlepas dari rem.
Suara.com - Mengendarai mobil bertransmisi otomatis memang memberikan kenyamanan ekstra di tengah kemacetan jalan raya.
Namun, ada satu kebiasaan saat berhenti di lampu merah yang sering memicu perdebatan di kalangan pengemud mobil matici: apakah tuas transmisi sebaiknya tetap ditahan di posisi Drive (D) sambil menginjak rem, atau harus dipindahkan ke posisi Netral (N)?
Jawaban atas pertanyaan ini ternyata sangat bergantung pada jenis sistem transmisi otomatis yang digunakan kendaraan Anda.
Mobil matik di pasaran secara umum terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu sistem CVT (Continuously Variable Transmission) dan sistem AT konvensional.
Perbedaan utama antara kedua tipe transmisi ini terletak pada mekanisme penyaluran tenaga mesin ke roda kendaraan.
Transmisi AT konvensional memanfaatkan komponen bernama torque converter yang menghubungkan mesin dan transmisi melalui fluida cair, sehingga mesin tetap dapat berputar bebas saat roda berhenti tanpa menimbulkan gesekan mekanis langsung yang berarti.
Sementara itu, transmisi CVT mengandalkan kombinasi sabuk baja dan puli (pulley). Ketika tuas transmisi CVT berada di posisi D dan rem diinjak saat mobil diam, komponen kopling maju (forward clutch) sebenarnya tetap terhubung, sehingga komponen internal CVT terus menahan beban kerja kendaraan.

Cara Berhenti di Lampu Merah untuk Mobil CVT
Bagi pemilik mobil bertransmisi CVT, menahan tuas di posisi D dalam waktu yang lama saat lampu merah sangat tidak disarankan karena dapat mempercepat keausan komponen serta meningkatkan suhu oli transmisi.
Oleh karena itu, pengemudi mobil CVT sangat dianjurkan untuk memindahkan tuas ke posisi N apabila berhenti lebih dari 10 hingga 30 detik.
Mengenai fenomena ini, media otomotif asal India, Cartoq, memberikan penjelasan mengenai efek fungsi dorong otomatis (creep function) pada CVT:
"Mobil yang menggunakan transmisi CVT memiliki kecenderungan untuk merayap maju begitu Anda melepaskan pedal rem. Hal ini terjadi karena adanya fitur creep function. Artinya, ketika Anda sedang menunggu di lampu lalu lintas, rem mobil menerima tekanan yang tidak perlu. Karena itu, lebih baik memindahkan tuas ke posisi Netral (N) dan mengaktifkan rem parkir."
Panduan yang lebih terperinci juga disampaikan oleh media otomotif Autocar India mengenai batas waktu berhenti bagi pengemudi CVT.
"Saat berhenti di lampu lalu lintas lebih dari 10 detik, sangat disarankan untuk memindahkan transmisi ke posisi Netral (N) dan tetap menginjak pedal rem atau menggunakan rem tangan jika tidak ingin terus menekan pedal rem. Jika tuas tetap berada di posisi D dengan rem diinjak, mesin tetap menyalurkan tenaga ke transaxle untuk menggerakkan mobil ke depan (creep), tetapi laju mobil ditahan oleh pedal rem. Kondisi ini membebani sistem penggerak kendaraan (drivetrain) dan meningkatkan keausan kampas rem."
Penjelasan ini menegaskan bahwa menahan posisi D saat mobil CVT berhenti terlalu lama tidak hanya membebani rangkaian penggerak (drivetrain), tetapi juga mempercepat keausan kampas rem kendaraan.
Bagaimana Jadinya kalau Mobil transmisi AT?
Berbeda halnya dengan transmisi AT konvensional yang jauh lebih toleran ketika tuas tetap berada di posisi D saat mobil berhenti sejenak.
Karena penyaluran tenaganya menggunakan fluida cair dalam torque converter, menahan posisi D untuk durasi berhenti singkat di bawah 30 detik tidak memberikan dampak kerusakan yang signifikan pada sistem transmisi. Sebagaimana dijelaskan kembali oleh Cartoq:
"Jika mobil Anda hanya berhenti di lampu lalu lintas dalam waktu singkat, kami tidak merekomendasikan memindahkan tuas ke posisi P atau N karena hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap transmisi. Namun, jika Anda harus menunggu lebih dari 30 detik, memindahkan tuas dari Drive ke Netral atau Park akan menjadi pilihan yang lebih baik."
Dengan kata lain, untuk mobil AT konvensional, Anda tetap aman menahan posisi D jika durasi lampu merah kurang dari 30 detik.
Namun, jika waktu tunggu lebih dari 30 detik, memindahkan tuas ke posisi N tetap menjadi opsi yang lebih baik untuk menjaga umur transmisi dan kampas rem.
Selain faktor teknis keausan komponen transmisi, kebiasaan memindahkan tuas ke posisi N saat berhenti lama di lampu merah juga sangat krusial dari sudut pandang keselamatan berkendara.
Media otomotif Top Gear Philippines mengingatkan adanya risiko fisik jika pengemudi terlalu santai menahan posisi D saat mobil diam. Mengutip penjelasan dari Top Gear Philippines:
"Praktik ini juga tidak aman karena jika Anda tidak sengaja mengangkat kaki dari pedal rem, kemungkinan besar akan terjadi kecelakaan. Tidak penting apakah mobil Anda menggunakan transmisi CVT atau transmisi otomatis konvensional multi-percepatan. Dalam sebagian besar kondisi normal, memindahkan tuas ke posisi Netral adalah kebiasaan yang baik."
Risiko mobil melaju tanpa sengaja akibat kaki terlepas dari pedal rem dapat dihindari dengan membiasakan diri memindahkan tuas ke posisi N dan mengaktifkan rem tangan, baik pada mobil bertransmisi CVT maupun AT konvensional.