Pemerintah Malaysia melalui Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) mengambil langkah tegas dengan membekukan izin edar dan penjualan Chery Omoda 5. Keputusan ini diambil menyusul insiden viral lepasnya poros roda belakang (rear axle) saat kendaraan sedang dikendarai. Merespons tindakan otoritas keselamatan jalan tersebut, Chery Auto Malaysia resmi mengumumkan kampanye penarikan kembali (recall) yang melibatkan 8.878 unit Omoda 5 varian C dan H.
Pembekuan Izin Edar oleh JPJ Malaysia
Suara.com - Langkah pembekuan sertifikat Vehicle Type Approval (VTA) oleh Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia menjadi pukulan telak bagi produsen otomotif asal Tiongkok tersebut.
Tindakan ini membuat Chery Omoda 5 untuk sementara waktu tidak dapat dijual maupun didaftarkan sebagai unit baru hingga investigasi teknis selesai dilakukan.
Laporan media otomotif internasional Carscoops menyebutkan bahwa penangguhan izin edar dilakukan setelah foto dan video insiden membanjiri media sosial Malaysia.
Rekaman tersebut memperlihatkan satu unit Chery Omoda 5 patah as roda di Johor Bahru hingga seluruh poros roda belakang terlepas dari sasis mobil saat melaju di jalan raya.
JPJ menegaskan akan melakukan investigasi teknis secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
Recall Besar-besaran Melibatkan 8.878 Unit

Menanggapi keputusan pembekuan VTA dari JPJ, Chery Auto Malaysia menerbitkan program recall secara resmi.
Penarikan kembali ini mencakup 8.878 unit Chery Omoda 5 varian C dan H versi sebelum pembaruan (pre-update) yang dipasarkan di Malaysia hingga September 2025.
Mengutip laporan media otomotif AutoBuzz.my, Chery Auto Malaysia menyampaikan pernyataan resminya terkait komitmen dan penanganan masalah ini:
"Chery Auto Malaysia menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh pelanggan atas kesabaran dan pengertian mereka sepanjang kampanye penarikan kembali ini. Untuk memastikan setiap langkah yang diambil didasarkan pada temuan investigasi, selaras dengan Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ), serta dirancang untuk melindungi kepentingan pelanggan sekaligus memberikan solusi."
"Chery Auto Malaysia tetap berkomitmen untuk menangani masalah ini secara bertanggung jawab dan memastikan keselamatan pelanggan. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," pihak Chery Auto Malaysia menambahkan.
Fasilitas Pemeriksaan Bebas Biaya dan Penggantian Komponen
Dalam pelaksanaan recall ini, Chery mengonfirmasi bahwa seluruh pemilik kendaraan yang terdampak berhak mendapatkan pemeriksaan teknis serta penggantian komponen secara gratis di seluruh jaringan pusat servis resmi Chery di Malaysia.
Pengiriman komponen pengganti gelombang pertama telah mulai didistribusikan secara bertahap ke bengkel-bengkel resmi.
Untuk mempermudah konsumen, Chery Auto Malaysia secara proaktif menghubungi pemilik mobil yang masuk dalam daftar terdampak.
Pemilik kendaraan juga dapat melakukan pemeriksaan mandiri dengan memasukkan nomor identifikasi kendaraan (Vehicle Identification Number atau VIN) melalui situs resmi Chery Malaysia atau menghubungi layanan Chery Careline.
Riwayat Masalah Poros Roda Belakang
![Chery Omoda 5 yang akan diluncurkan di Indonesia dalam waktu dekat. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/02/18/47915-chery-omoda-5.jpg)
Insiden ini tercatat sebagai kampanye recall kedua bagi Chery Omoda 5 di pasar Malaysia terkait permasalahan pada komponen poros roda belakang.
Sebelumnya, pada April 2024, Chery pernah menarik sekitar 600 unit Omoda 5 akibat temuan masalah kalibrasi pada alat pengelasan pabrik (miscalibrated welding tip) yang berpotensi memicu keretakan sasis.
Kejadian berulang ini menjadi perhatian serius bagi konsumen otomotif di kawasan Asia Tenggara, mengingat Chery Omoda 5 merupakan salah satu model crossover terlaris yang sempat mendongkrak posisi Chery di jajaran merek otomotif papan atas.