Negara Kedua Terbanyak Kasus Covid-19, AS Larang Warga Brasil Berkunjung

Negara Kedua Terbanyak Kasus Covid-19, AS Larang Warga Brasil Berkunjung

Kantor Kepresidenan Amerika Serikat Gedung Putih mengeluarkan larangan terbaru dengan tidak mengijinkan siapa saja yang berada di Brasil selama dua minggu terakhir untuk masuk ke Amerika Serikat.

Larangan AS Untuk Brasil Mereka yang berkunjung ke Brasil selama dua minggu terakhir tidak boleh masuk ke Amerika Serikat Penasehat Presiden AS mengatakan langkah itu tidak 'ditujukan khusus terhadap Brasil'

AS mengatakan pembatasan terhadap negara Amerika Latin lain akan dilakukan

Langkah ini diambil dua hari setelah Brasil menjadi negara kedua di dunia yang memiliki kasus positif COVID-19, di belakang Amerika Serikat.

Menurut Kementerian Kesehatan Brasil, kasus di sana sekarang adalah 363 ribu, nomor dua di belakang AS yang sekarang memiliki hampir 1,7 juta kasus.

Brasil juga mencatat semakin meningkatnya angka kematian, sekarang sudah lebih dari 22 ribu orang, kelima terbanyak di dunia.

Di Amerika Serikat tingkat kematian adalah 97 ribu orang.

Gedung Putih mengatakan larangan terbaru ini tidak akan berlaku bagi aliran komersial antar kedua negara.

Seorang penasehat Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan larangan itu ada karena negeri itu sudah melebihi titik tertentu yang disepakati.

"Tidak ada hal khusus yang dilakukan terhadap Brasil." kata Filipe Martins di Twitter.

"Kami berharap ini akan berlangsung sementara." kata Martins yang adalah penasehat masalah internasional untuk Presiden Bolsonaro.

Amerika Serikat sudah melarang perjalanan dari Inggris, Eropa, dan China, ketiganya menghadapi masalah besar dalam penanganan virus corona.

Penasehat keamanan nasional Amerika Serikat Robert O'Brien dalam acara televisi CBS berjudul Face the Nation, dia berharap langkah itu akan dipertimbangkan lagi dalam waktu dekat.

"Kami berharap ini akan sementara, tetapi karena situasi di Brasil, kami akan melakukan semua usaha yang memungkinkan untuk melindungi warga Amerika." kata O'Brien.

Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat akan melihat larangan terhadap negara-negara di Amerika Latin kasus per kasus.

Nomor dua melampaui Rusia

Brasil hari Jumat lalu melampaui Rusia menjadi negara kedua di dunia yang memiliki kasus COVID-19 paling banyak.

Hari Selasa sebelumnya, Presiden Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan larangan perjalanan dari Brasil.

"Saya tidak mau ada orang yang ke sini dan menulari warga kita."

"Saya tidak ingin orang di sana juga ketularan. Kami membantu Brasil dengan ventilatgor."

"Tidak diragukan lagi Brasil sedang mengalami kesulitan saat ini." kata Presiden Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Presiden Trump mengeluarkan larangan perjalanan dari China, ketika wabah mulai merebak di bulan Januari.

Di awal Maret, dia mengeluarkan larangan masuk bagi mereka yang berasal dari Eropa.

Larangan terbaru ini berlaku untuk mereka yang bukan warga AS yang mengunjungi Brasil selama 14 hari terakhir.

Pemegang green card, sanak keluarga warga AS, dan awak pesawat adalah diantara mereka yang mendapat pengecualian.

Presiden Jair Bolsonaro sendiri dilaporkan melanggar aturan mengenai social distancing hari Minggu, ketika dia berjabat tangan dan menggendong seorang bayi tanpa memakai masker ketika bertemu dengan ratusan pendukungnya di ibukota Brasilia.

Para pendukugnya berkumpul untuk menunjukkan dukungan kepada Presiden tiga hari setelah Mahkamah Agung Brasil mengeluarkan video dari pertemuan kabinet dimana Bolsonaro berusaha campur tangan urusan Kepolisian Federal.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS