2021 menjadi tahun dimana karya seni digital mengalami ledakan popularitas. Hal itu didukung teknologi NFT yang memungkinkan bukti kepemilikan benda di dunia virtual.
NFT memanfaatkan blockchain dan berdampak besar terhadap keuangan, seni, musik, properti intelektual serta barang-barang mewah. Berkat blockchain, semua transaksi karya seni dilacak setelah penjualan terjadi sehingga memudahkan pembayaran royalti.
Sebagai contoh, Robert Zumkeller, desainer grafis yang membuat ilustrasi digital, menerima royalti 10 persen atas setiap transaksi karya seninya. Hal itu tidak mungkin terjadi melalui karya seni berwujud fisik, jelas Zumkeller.