RIAU ONLINE, PANGKALAN KERINCI- Jarak pandang di Pangkalan Kerinci, Ibukota Kabupaten Pelalawan, Minggu, 22 September 2019, tak lebih dari 300 meter.
Tebalnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebut membuat mata menjadi perih akibat masuknya partikel-partikel pembakaran ke mata. Selain itu, jarak penglihatan juga berkurang.
"Asap ini sudah bercampur dari kita dan kiriman daerah lain terbawa angin. Pergerakan angin dari selatan mengarah ke Pelalawan dan sekitarnya, berputar-putar di atas," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, Minggu, 22 September 2019.