TIMESINDONESIA – Dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ajakan untuk mencintai produk lokal dan membenci produk asing. Pernyataan yang kemudian viral dengan berbagai sentimen, ada yang bersentimen positif, tak banyak juga yang memiliki sentiment negatif.
Ternyata seruan ajakan tersebut karena sebelumnya Pak Jokowi mendapatkan laporan terkait adanya e-commerce yang menjual produk barang lintas negara. Selain itu juga adanya praktik predatory pricing yang membunuh kompetisi dan mengganggu Usaha Mikro dan Kecil Menengah di Indonesia.
Dari sisi seruan cintai produk lokal/dalam negeri asli Indonesia agaknya kurang tepat, karena produk Indonesia sudah banyak yang go-internasional. Pemakaian kata lokal oleh Pak Jokowi tampaknya kurang tepat mestinya produk dalam negeri yang belum internasional, biar para pelaku usaha tidak berkecil hati.