SuaraPekanbaru.id- Tanduk tajam Manchester United dalam pertandingan melawan Liverpool dibuat patah tak tersisa oleh Mohamed Salah cs. Mereka membantai anak asuh Erik ten Hag hingga 7-0.
Kekalahan telak dan membuat malu wajah Erik itu, membuat Marcus Rashford diejek di media sosial Twitter.
Manchester United digilas habis oleh anak asuh Jurgen Klopp, tujuh gol tanpa balas ketika di kendang The Reds. Stadion Anfield masih menjadi nereaka bagi para skuad Setan Merah, pada hari Minggu (5/3) kemarin.
Kekalahan yang diterima oleh MU adalah kekalahan terburuk sejak tahun 1931.
Alhasil para pemain MU menjadi ladang kritik terutama dari para penggemarnya. Kritik juga ditujukan kepada Rashford.
Tapi bedanya kalau dia menjadi sasaran cemoohan dengan memakai cuitannya di tahun 2019 silam
Saat itu, Rashford memposting foto dirinya dari tampak belakang dengan menggunakan jersey nomor 10.
Dalam cuitannya itu, Rashford menuliskan sebuah kalimat 'Siapa yang mau 7'. Angka tujuh tersebut, yang kemudian menjadi bahan ledekan Rashford di Twitter.
"Dia melihat masa depan,” begitu tulisan sindiran yang ditujukan kepadanya.
Tak hanya itu saja, ada juga cuitan dari seseorang yang seolah memberikan jawaban atas pertanyaaan Rashford dalam cuitan lamanya. "Anda dan seluruh skuad Manchester United."
Kendati sudah memasuki tiga hari pertandingan Liverpool dan MU, namun ejekan kepada Manchester United masih terus bermunculan.
Bahkan sekarang banyak yang menggunakan angka tujuh sebagai unggahannya.
MU sebagai salah satu tim yang memiliki penggemar besar di dunia, menjadikan kekalahan mereka sebagai lelucon.
Usai kekalahan kemarin, sang Manajer Erik ten Hag, tak kuasa menahan emosinya. Dia benar-benar murka atas kekalahn yang sangat memalukan.
"Sangat jelas itu tidak profesional. Babak pertama saya pikir kami adalah tim yang lebih baik, kami ciptakan peluang yang lebih baik," ucap Erik ten Hag.
Tapi pada kenyataannya, seblum turun minum, Erik menjadi saksi kesalahan anak asuhnya di lini belakang hingga tercipta gol pertama Liverpool. Gol pertama bagi skuad The Reds adalah hal penting.
Dari gol pertama tersebut membuat permainan MU di babak kedua menjadi ambrol dan tambah kacau. Enam gol kemudian menyusul, bersarang di jala gawang MU.
"Setelah jeda benar-benar mengejutkan saya. Kami menyerah begitu cepat," ungkap Erik ten Hag. (*)