Supardi turut menanggapi aksi flexing atau pamer kemewahan yang dilakukan oleh istri Sekda Riau.
![Istri Sekda Riau SF hariyanto, yang dinilai memiliki gaya hidup mewah dengan koleksi tas yang mahal. Terkait hal ini SF Hariyanto memebrikan pembelaan [Foto: Twitter]](https://media.suara.com/suara-partners/pekanbaru/thumbs/1200x675/2023/03/20/1-istri-sekda-riau-sf-hariyanto-yang-dinilai-memiliki-gaya-hidup-mewah-dengan-koleksi-tas-yang-mahal-terkait-hal-ini-sf-hariyanto-memebrikan-pembelaan.jpeg)
Dirinya mengimbau kepada, supaya tidak menaruh rasa menduga-duga atau menuduh. Dia juga sangat mempersilahkan kepada masyarakat, yang ingin melapor, kalau punya cukup bukti yang berkaitdan dengan dugaan pelanggaran hukum dari istri SF Hariyanto.
"Silakan melapor apabila memiliki bukti yang cukup. Jangan menduga-duga apa lagi menuduh," ungkap Supardi diktuip dari Riauonline.co.id jaringan suara.com, Selasa (21/3/2023).
Supardi juga mengatakan, kalau Kejati Riau tidal akan bisa memproses sebuah masalah hukum, jika hanya berdasarkan kepada asumsi. Apalgi asas praduga masyarakat yang ramai di media sosial.
"Suatu peristiwa hukum bisa diproses apabila ada rentetan peristiwa hukumnya, bukan berdasarkan asumsi di media sosial. Sekali lagi saya tekankan silakan melapor apabila ada bukti yang cukup," tegas Supardi.
Namun begitu, dia juga turut mengingatkan untuk semua kalangan supaya tidak pamer harta di media sosial. "Siapapun itu silakan memiliki harta, tapi jangan di pamer-pamerkan di media sosial terutama para pejabat. Karena bisa menimbulkan kecurigaan masyarakat," kata dia. (*)