SuaraPekanbaru.id - Masyarakat Kota Pekanbaru tak perlu cemas dengan harga kebutuhan pokok selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Pasalnya, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru pada bulan Ramadhan ini menggelar program Gerakan Pasar Murah (GPM).
GPM menjamin harga murah karena menjual komoditas pangan yang langsung dibeli dari kelompok tani di Sumatera Barat (Sumbar).
Dengan program tersebut, Disketapang Kota Pekanbaru berupaya memutus mata rantai perdagangan agar harga jual dari petani bisa dipertahankan.
"Jadi, program GPM ini bukan subsidi. Tetapi, kami memutus mata rantai perdagangan," kata Kepala Disketapang Kota Pekanbaru El Syabrina di Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, dikutip dari laman resmi Pemko Pekanbaru.
Misalnya, kata El Syabrina, harga bawang merah Rp35.000 per Kg di Pekanbaru. Maka, Disketapang mencari daerah yang surplus bawang merah.
"Kami menemukannya di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. Kami jalin kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Tanah Datar beberapa waktu lalu," ujar El Syabrina.
Dengan perjanjian kerja sama, Disketapang difasilitasi Pemkab Tanah Datar dalam pembelian langsung komoditas pangan kepada kelompok tani.
Disketapang Pekanbaru tidak merugikan petani. Karena, harga yang dijual petani adalah harga yang dijual di pasaran.
Baca Juga: 6 Kecamatan di Palembang Ditemukan Pelanggaran Coklit Pemilu 2024
"Kami sediakan transportasi untuk mengangkut komoditas pangan tadi dari Tanah Datar ke Pekanbaru. Jadi, kami tetap menjual komoditas pangan tadi sesuai harga jual dari kelompok tani di Pekanbaru. Selisih harganya cukup besar (dibandingkan harga di pasar tradisional)," tuturnya. (*)