SUARA PEKANBARU – KH. Abdullah Gymanstiar yang popular dijuluki Aa Gym selalu menegaskan pentingnya mencari ilmu tentang mengenal Allah.
Sebagai sesepuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Aa Gym juga mengingatkan tentang pentingnya bertauhid kepada Allah.
Jika tidak mengenal Allah, kata Aa Gym, maka kita akan menuhankan sesuatu selain Allah.
“Kalau tidak kenal Allah pasti kita akan menuhankan selain Allah, menuhankan harta, menuhankan gelar, menuhankan pangkat jabatan, popularitas, penampilan, “ ujar Aa Gym dikutip dari akun YouTube-nya, Rabu 5 April 2023.
Karena menuhankan selain Allah, menuhankan hawa nafsu, maka jadilah seperti koruptor atau para penjahat yang ditangkap phak berwajib.
“Jadilah tuh apa yang ditangkap itu karena punya Tuhannya yang lain,” ucap Aa Gym.
Walaupun dia Islam dan sholat, kata Aa Gym, tapi yang mendominasi hatinya harta, yang mendominasi hatinya syahwat , yang mendominasi hatinya adalah pamer, jadilah seperti itu tidak pernah bahagia.
Karena itu Aa Gym mengingatkan agar kita mencari ilmu tentang Tauhid mengenal Allah, mengesakan Allah, dan ilmu tentang apa yang Allah perintahkan dan apa yang Allah larang.
“Bagaimana bisa tahu kalau kita tidak belajar. Bahagia itu ada pada perintah Allah, sengsara itu ada pada yang dilarang Allah, cuma nafsu membalik-balikkan seakan-akan pada nafsu yang bahagia itu,” tuturnya.
Aa Gym mengatakan, homoseksual yang dibunuh pasangan sejenisnya itu karena cemburu.
Si pembunuh bingung, lalu ia menyembunyikan korban ke dalam koper setelah korban dimutilasi, tapi akhirnya si pelaku tertangkap yang berwajib.
Kasus tersebut menjadi contoh tentang orang-orang yang menuhankan syahwatnya. Mereka akhirnya menderita.
“Berapa banyak kesenangannya? Hanya nafsu saja, hasilnya membunuh di penjara, sudah berzina tidak pernah sebanding antara memuaskan nafsu dengan petakanya, apalagi nafsu yang tidak benar,” katanya.
Begitu pula dengan koruptor. Uang mereka puluhan miliar, lebih banyak dari kita. Pakaiannya lebih banyak dan bagus dari kita. Tapi tiap waktu mereka gelisah, takut terbongkar kejahatannya.
Ketika terbongkar, ia ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara, dan sanak familinya menanggung malu dan kehancuran.