SUARA PEKANBARU - Ada seorang penanya kepada Ustadz Adi Hidayat (UAH) tentang dosa zina, apakah dapat diampuni Allah?
Kepada UAH, si penanya mengeluh tentang dosanya, yaitu zina mata dan telinga ketika mendapatkan banyak tayangan tak senonoh di media sosial.
Karena itu, kata UAH, agar tidak tergelincir pada dosa zina, biasakan mengklik sesuatu yang baik-baik saja di ponsel kita.
Banyaknya sajian tak baik di ponsel itu, katanya, akibat dari kita sendiri yang terbiasa mengklik info-info tak baik sehingga sistem algoritma otomatis menyajikan hal-hal tak baik kepada kita.
Atas hal tersebut, UAH menyarankan agar si penanya segera bertaubat dengan sungguh-sungguh. Tidak lagi mengulangi kebiasaan buruk.
Dikutip dari YouTube Adi Hidayat Official, UAH mengatakan, dalam agama Islam, dosa zina termasuk dosa besar yang membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh, memohon ampunan kepada Allah.
Jadi, apakah zina itu bisa diampuni Allah?
Kata UAH, Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, dan Dia akan mengampuni hamba-Nya yang sungguh-sungguh bertaubat dan berjanji untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa depan.
UAH juga mengutip Al-Qur'an, Surat Az-Zumar, ayat 53:
"Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri: janganlah kamu memutuskan asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Namun, perlu diingat, meskipun Allah Maha Pengampun, kita sebagai manusia tetap harus bertanggung jawab atas tindakan kita dan menghindari melakukan dosa-dosa yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. (*)