SUARA PEKANBARU - Zaidul Akbar ungkap manfaat puasa 24 jam untuk pria penimbun lemak: Siang shaum Ramadhan malamnya lanjut.
Dalam satu kajian, Zaidul Akbar menjelaskan bagaimana bahanya lelaki penimbun lemak.
Satu di antara cara yang bisa dilakukan oleh lelaki penimbun lemak adalah dengan cara puasa 24 jam.
"Kembali ke tentang puasa atau Ramadan. Tadi ya, sebenarnya yang Allah inginkan adalah justru malah bagaimana nutrisi, nutrisi atau hati kita, toksin hati sampah hati, sampai emosi segala macam itu di Romadhon itu dibersihkan," jelas Zaidul Akbar dikutip pada Sabtu (15/4/2023).
Hal itu sejurus dengan hadis Nabi Muhammad, yang menjelaskan setiap diri yang sudah menjalankan puasa penuh lalu disempurnakan dengan zakat fitrah, maka seperti bayi yang baru lahir.
"Maka kalau kita lihat hadisnya, Nabi menjelaskan bahwa orang yang selesai puasa Ramadan, kemudian dia bayar zakat fitrah, itu kata nabi apa, seperti bayi yang baru lahir," ungkapnya.
Bayi baru lahir kan, lihat mukanya senang, lihat ocehannya seneng, ya artinya badan kita itu sudah seperti terreset. Saya bilang itu Ramadhan itu, bulan riset gitu loh, bulan riset," ungkapnya.
Selama Ramadan ini dengan diniatkan untuk perbaikan, mulai dari hati, pola pikir, kesehatan, maka akan mendapatkannya.
"Apalagi bulan yang sifatnya semuanya perbaikan itu ada pada Ramadan. Ya kalau kita bicara tentang kesehatan, lebih dahsyat lagi."
Baca Juga: Soal Hubungan Boy William dan Ayu Ting Ting, Sosok Ini Yakin Keduanya Serius
"Karena saya baca satu buku. Dalam buku kita ditulis bahwa kalau Anda puasa 24 jam sehari dia bilang gitu, ini nggak makan tapi minumnya aja ya."
"Itu dia bilang turns of fate ul be Brown banyak sekali lemak itu akan rontok," ucap Zaidul Akbar menjelaskan.
Dikatakan Zaidul Akbar, lemak di dunia sekarang jadi masalah. Laki-laki yang berusia 30 tahun di zaman sekarang, menurut data sama dengan laki-laki atau kadar laki-laki atau kadar hormon laki-laki atau testosteron pada laki-laki di usia 60 tahun di tahun 80.
"Jadi agak-agak kacau nih hormon kita nih. Apalagi ya dalam tubuh laki-laki itu atau dalam tubuh khususnya pria ya, itu ada hormon ada hormon yang enzim yang mengconvert yang mengubah testosteron ya menjadi estrogen yang mengubah testosteron menjadi estrogen kalau lemaknya sang laki-laki tadi berlebih makanya yang tinggi gula dan nggak ada gerak sama sekali," ucapnya lagi. (*)