SUARA PEKANBARU - Cinta dan kasih sayang memiliki peranan penting dalam sebuah hubungan setiap pasangan.
Pendakwah sekaligus praktisi Juru Sehat Rasulullah dokter Zaidul Akbar mengatakan, cinta memiliki fungsi dalam tubuh.
Sehingga, lanjut dr. Zaidul Akbar, jika hilang atau kekurangan cinta, dia akan mencari sumber lain.
"Cinta itu manis, maka ketika ada yang mengalami defisit atau minus cinta yang tidak didapatnya sejak dari kandungan atau saat sudah berpasangan, maka insulin yang sudah ada di tubuh mencari bahan yang bisa ia olah, karena ia harus melaksanakan fungsinya," kata Zaidul Akbar, dikutip dari Instagram resminya.
Zaidul Akbar menambahkan, karena tidak tereduksi dengan baik, maka ibaratkan manis yang didapatkan bukanlah manis yang sebenarnya, tapi manis dari olahan.
Manis palsu atau manis cinta yang palsu bukan cinta sejati karena cinta hamba-Nya bukan karena Allah, sehingga dia terjebak dalam pencarian kemanisan.
"Kalau manisnya bener ya aman aja, asal tidak berlebihan. Tapi kalau manisnya salah alias manis palsu, maka sudah berlebihan, manisnya palsu lagi," kata Zaidul Akbar.
"Dari mana defisit atau minus cinta itu? ya orang tua, pasangan, dan kehidupan," tambah dr. Zaidul Akbar.
Sebab itu, Zaidul Akbar mengatakan, cinta sejati dan manis sejati hanyalah cinta, dan manis karena Allah, dan untuk Allah semata.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Garut, Temukan Keindahan Bunga Edelweis
Dalam unggahan itu, ia juga mengungkapkan beberapa penyakit yang bisa dialami ketika seseorang mengalami defisit cinta atau minus cinta.
"Penyakit apa saja? banyak. Defisit cinta dan minus cinta ini akibat yang seharusnya didapat, tapi tidak didapat maka merambah ke berbagai organ, dan dimulai dari letihnya si pengatur gula atau insulin, alias insulin resisten. Ya kencing manis, kanker, autoimun, dan lainnya," kata dia. (*)