SUARA PEKANBARU - Perjalanan membangun rumah tangga tentu akan dihadapkan dengan berbagai macam masalah.
Satu di antaranya, yakni jika suami pada kenyataannya sulit mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anaknya.
Penceramah asal Cirebon, Buya Yahya menerangkan, bahwa dalam ajaran Islam sudah menjadi sebuah kewajiban bagi suami untuk memberikan nafkah pada istri dan anaknya.
Buya Yahya pun menjelaskan, hukum istri menafkahi suami karena pengangguran dalam pandangan Islam.
"Laki-laki itu harus laki-laki, mencari nafkah, memberi nafkah. Laki-laki numpang itu bukan laki-laki," kata Buya Yahya dalam video kanal YouTube Buya Yahya.
Lebih lanjut, Buya Yahya mengatakan, dirinya heran dengan model laki-laki yang seperti itu. Mengapa seorang suami tidak ingin mencari nafkah.
Bahkan, Buya Yahya mengaku tidak setuju dengan sikap laki-laki yang memilih berdakwah, sementara istri dan anak ditelantarkan di rumah.
"Saya heran dengan laki-laki tak memberi nafkah. Laki-laki dakwah keliling, tapi istrinya ditinggalkan, ini otaknya di mana, saya sedih sekali," ucap Buya Yahya.
Tetapi, lain hal jika memang seorang suami sudah berusaha mencari nafkah, tapi hasilnya belum maksimal.
Baca Juga: Safari Ramadhan BUMN 2023: Telkom Bagikan 1000 Paket Sembako Murah di Tanjung
"Kecuali seorang suami yang memang bekerja, kemudian kok terus gagal, tidak mendapat rezeki, nggak bisa disalahkan," ucap Buya Yahya.
Terkadang ada saja orang nasibnya bangkrut, tidak ahli dalam berdagang atau sering gagal dalam mencari pekerjaan.
"Itu beda dengan laki-laki yang ongkang-ongkang, sama sekali nggak bener, dan tidak dibenarkan, apalagi nyuruh istrinya ke pasar dia di rumah, ini kurang ajar namanya," kata Buya.
"Di saat seorang laki-laki sudah mencari nafkah, tapi kok ternyata tidak bisa, maka istri berperan sebagai wanita istimewa," tambahnya. (*)