SUARA PEKANBARU- Meski sudah kerja keras banting tulang namun rezeki masih saja tetap seret. Ada hal yang menyebabkan semua itu terjadi kata Ustadz Adi hidayat.
Maka dari dalam ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat dalam youtube Andromedia Channel ditegaskan kalau tidak ada rezeki yang datang dan didapat dengan cara yang instan.
Menurutnya kalau rezeki itu ada dua arah. Dari orang yang mencari rezeki dan sebaliknya ada rezeki yang akan datang sendiri.
“Kata Allah akan ada persaingan dan tantangan dalam mencari rezeki. Sebelum engkau diuji seperti orang sukses dulu pernah sukses, lihat mereka tidak ada orang sukses yang instan,” ungkap Ustadz Adi Hidayat.
Sukses yang harus diraih oleh seorang umat muslim adalah halal dan penuh dengan berkah.
Selain berusaha dan bekerja keras, beberapa amalan turut membantu untuk melancarkan ikhtiar mencari rezeki.
Kata Ustadz Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH ada dua cara untuk hal itu.
Pertama adalah bertaubat. Menurut Ustadz Adi Hidayat, taubat yang bisa diterima Allah SWT adalah taubat yang disegerakan dan tidak ditunda.
Alasannya, karena dosa dan juga perbuatan maksiat, jadi salah satu penghalang atau hambatan terhadap datangnya keberkahan dan kebaikan kepada seseorang.
Baca Juga: Kenapa Hidup Ini Ribet Sekali? Aa Gym: Periksa Sholat Kita
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, setiap shalat bisa menjadi salah satu pintu untuk bertaubat. Dengan memperbaiki shalat, melaksanakannya tepat waktu termasuk cara taubat.
Dengan taubat kata pria yang akrab disapa UAH, erat kaitannya dengan rezeki dan hak Allah dalam mengabulkan doa.
Kemudian dengan cara Istigfar. Kalau sudah taubat maka supaya ada kebaikan menghampiri termasuk rezeki, memperbanyak istighfar.
"Kalau istighfar dan taubat dilakukan maka sekat akan dibuka. Allah turunkan rahmat dari langit," begitu kata Ustadz Adi Hidayat.
Ustadz Adi Hidayat mencontohkan dalam sebuah kisah Syekh Hasan Al Basri saat didatangi oleh tiga tamu dengan masalah yang beda.
Kata UAH dalam ceritanya, tamu yang pertama minta petunjuk karena ladangnya kering dan sudah lama tak disirami hujan. Kemudian Syekh Hasan Al Basri menyarankan kepada tamu tersebut, terkait dengan amalan istigfar yang banyak.
Lalu tamu kedua meminta petunjuk, karena sedang sulit rezeki dan susah mendapat pekerjaan.
Lagi dan lagi Syekh Hasan Al Basri menyarankan untuk memperbanyak istighfar.
Tamu ketiga sulit dapat keturunan. Syekh Hasan Al Basri masih menyarankan untuk beristighfar.
"Perbanyak istighfar karena Allah Maha Pengampun. Kalau ampunan sudah diberikan, dosa diampuni, maka rahmat akan diturunkan Allah dari langit. Harta diperluas bahkan keturunan diberikan keberkahan oleh Allah," ungkap UAH. (*)