UAH menegaskan mau membacakannya atau tidak, sama sekali tidak akan membatalkan salah. Keduanya adalah benar.
Lalu yang selanjutnya adalah membaca doa iftitah. Kemudian dilanjutkan taawudz dan membaca Surah Al-Fatihah.
"Setelah itu membaca surah. Surahnya bisa dipilih. Kebiasaan Nabi SAW di rakaat pertama adalah surah QAF atau Al-A'la. Adapun di rakaat kedua kebiasaan Nabi SAW memilih satu di antara surah Al-Qamar atau Al-Ghosyiyah," terangnya.
Kemudian setelah itu melakukan ruku' dan i'tidal secara tumaninah. Di sini tidak membaca doa qunut. (*)