SUARA PEKANBARU - Surat yang biasa dibacakan Nabi Muhammad saat shalat Idul Fitri, Ustadz Adi Hidayat beri tata cara dan niat.
Ustad Adi Hidayat memberikan penjelasan tentang bacaan niat dan tata cara melakukan shalat Idul Fitri atau sholat Ied.
Dalam kajian itu UAH sapaannya, membacakan niat shalat Idul Fitri. "Usholli sunnatan liidil fitri rok’ataini mustaqbilal qiblati adaan (imaman/makmuman) lillahi ta’ala," kata UAH.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”
UAH juga memberikan bacaan atau surat pendek yang selalu dibacakan Nabi Muhammad saat salat Ied.
Tentang tata cara sholat Ide, Ustadz Adi Hidayat mengatakan terdapat takbir tambahan saat menjalankan shalat ied fitri.
Takbir tersebut kata UAH dibacakan atau dilakukan setelah melakukan takbiratul ihram, yang disebut takbir zawaid.
"Tambahan tentang Takbir zawaid. Takbir tambahan ini ada saat rakaat pertama yang jumlahnya tujuh kali," kata UAH dikuti pekanbaru.suara.com dari kanal youtube Adi Hidayat Official pada Kamis (19/4/2023).
"Kemudian di rakaat kedua jumlah takbirnya lima kali," jelas Ustadz Adi Hidayat.
Baca Juga: Dua Doa Malam Lailatul Qadar, Amalkan di 10 Terakhir Bulan Ramadhan
Saat melakukan takbir, tangan secara berbarengan diangkat hingga sejajar bahu dan juga daun telinga.
Setelah itu melipat tangan pada dada, serta dilarang menyentuh siku karena Nabi Muhammad menggap sebagai perbuatan sombong.
Ketika sudah melakukan takbir pertama dengan mengucap "Allahu Akbar", lakukan setelahnya tujuh kali takbir "Allahu Akbar".
Nah di sini kata UAH ada perbedaan saat melakukan tujuh kali takbir di mana di sela-selanya tidak membacakan apa-apa menurut Imam Maliki.
Sedangkan dari Imam Syafi'i, pada setiap kali takbir di sela-selanya membacakan tahmid, dan tasbih.
"Boleh juga digabung langsung menjadi satu kalimat bacaan Allahu AKbar Kabira walhamdulillahi katsira wasubhanallahi bukrataw waashila," urainya.