Nah, akan tetapi ada batasan ketika suami istri akan melakukan senggama. Di sana dijelaskan ada waktu tertentu di mana suami istri dilarang melakukan hubungan intim.
Ada satu kajian ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS), mengulas larangan suami dan istri melakukan campur saat mendekati waktu salat.
Jika sudah datang waktu salat dikatakan UAS sebaiknya menghindari untuk melakukan hubungan intim.
Andai saja tetap dilakukan, mereka yang melakukan hubungan intim bukan malah merasakan kenikmatan, yang ada akan mendapat dosa.
Untuk menghindari hal itu, sebaiknya istri bisa berperan untuk mengingatkan suami agar terlebih dahulu menjalankan salat, daripada melanjutkan hubungan seks.
Dikutip Kamis (20/4/2023) pekanbaru.suara.com dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang tayang YouTube IMAM NATRA yang diunggah 7 Oktober 2021, UAS menganjurkan istri mengerem.
Benar seorang istri tidak boleh menolak ajakan suami untuk berhubungan intim.
Namun, jika dituruti maka Allah akan murka. UAS mengatakan waktu yang dimaksud agar istri bisa mengerem nafsu suami adalah ketika akan masuk waktu adzan.
UAS mengatakan tidak ada ketaatan selain pada Allah. Maka untuk menghindari dosa, saling mengingatkan adalah solusinya.
Baca Juga: Jawaban Habib Jafar saat Bingung Ditanya Nabi Adam Punya Pusar di Perut atau Tidak, Emang Punya?
"Tidak ada ketaatan (menuruti kemauan suami untuk senggama) kepada makhluk kalau menyebabkan maksiat kepada Allah," sebut Ustadz Abdul Somad.
Jika suami istri terang-terangan bermaksiat kepada Allah dan tentu dosanya akan lebih besar lagi.
Jika ada suami mendadak minta dilayani bersamaan dengan panggilan sholat artinya dia bukan orang sholeh.
"Yah akn. Kalau laki (suami) kau sholeh pasti sudah ke masjid duluan (sholat). Belum adzan dia sudah ke masjid," ujarnya.
Sang istri alangkah lebih memberi pemahaman pada suami jika memang ingin melakukan hubungan intim saat mendekati waktu adzan. (*)