SUARA PEKANBARU – Nabi Muhammad biasa sholat Ied di mushola, Ustadz Adi Hidayat justru jelaskan tempat terbaik salat Idul Fitri di sini.
Salat Idul Fitri atau Ied dilaksanakan setahun sekali, yakni setelah menjalankan ibadah puasa sebulan lamanya.
Pelaksanaan salat Ied ini digelar pada 1 Syawal, dan dilakukan secara berjamaah atau bisa sendiri jika dalam kondisi tertentu atau darurat.
Perlu diketahui jika gelaran sholat Ied hukumnya sunnah, akan tetapi sangat dianjurkan.
Sholat Ied termasuk jenis salat sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan karena sering dijalankan oleh Rasulullah SAW.
Pada pelaksanaannya, sholat Idul Fitri ini biasanya berjamaah di tempat-tempat terbuka luas, seperti di lapangan.
Ustadz Adi Hidayat dalam hal pelaksanaan salat Ied menjelaskan jika Nabi Muhammad sering menggelarnya di mushola.
Nah, ada juga yang berpandangan jika sholat Ied sangat dianjurkan digelar di lapangan secara berjamaah.
UAH sapaan Ustad Adi Hidayat menjelaskan tentang pelaksanaan terbaik gelaran Salat Ied.
Baca Juga: Jawaban Habib Jafar saat Bingung Ditanya Nabi Adam Punya Pusar di Perut atau Tidak, Emang Punya?
Sholat Ied harus disarankan dilakukan di tempat yang luas dan terbuka. Hal itu bisa menjadi acuan selama tidak ada halangan.
Namun, UAH juga menjelaskan satu hadits bahwa Rasulullah SAW menjalankan sholat Ied di mushola.
Terkait riwayat tersebut, dijelaskan UAH jika mushola di Indonesia ukurannya lebih kecil dibanding masjid.
Sedangkan mushola di saat zaman Rasulullah tidak diartikan sebagai masjid.
Saat itu mushola berada di luar masjid yang sifatnya umum.
Sementara saat ini gelaran salat Ied dilakukan di tempat lebih luas. Bisa dilakukan di lapangan.