4 Kejadian Janggal hingga Cara Soeharto 'Menyingkirkan' sang Loyalis Letnan Jenderal LB Moerdani, Meja Billiard Jadi Saksi Bisu

Suara Pekanbaru

Minggu, 07 Mei 2023 | 06:00 WIB
4 Kejadian Janggal hingga Cara Soeharto 'Menyingkirkan' sang Loyalis Letnan Jenderal LB Moerdani, Meja Billiard Jadi Saksi Bisu
Kolase foto loyalis Soeharto, Letnan Jenderal LB Moerdani. (biografi.id)

Benny sendiri menyebut kabar kudeta itu sebagai omong kosong. Ketika isu itu santer bertiup, Teddy mengaku langsung meminta pendapat kepada sejumlah jenderal seperti Tri Sutrisno, Jenderal Edi Sudrajat, dan Brigadir Jenderal Jasmine selaku atasan Prabowo di Kopassus. 

Mereka kompak menyatakan tidak percaya akan isu tersebut. "Pernyataan Pak Benny Murdani mau kudeta adalah fitnah tanpa fakta," ujar Teddy dalam biografinya.

Lalu apakah Presiden Soeharto sendiri mempercayai isu tersebut? Sejarah membuktikan Soeharto tetap mengangkat Benny sebagai panglima ABRI menggantikan Jenderal M Yusuf. 

Pada Februari 1988, suhu politik Indonesia menghangat. Berbagai kalangan menyebut nama Benny sebagai calon wakil presiden, selain Sudarmono.

Isu itu kemudian ditepis langsung oleh Benny. Alih-alih menyatakan keinginannya untuk menjadi wakil presiden, ia justru memberi jalan kepada koleganya Tri Sutrisno dengan mengorbankan jabatannya sebagai panglima ABRI. 

"Kalau saya masih menjadi ketua partai ABRI, tetapi sejak 2 jam lalu ketua partai sudah bukan tangan saya lagi, melainkan Tri," ungkap Beni dalam biografinya. 

Namun ternyata harapan Benny kandas, Soeharto justru memilih Sudarmono sebagai pendampingnya hingga 1993. 

Meski Tri tidak terpilih sebagai wakil presiden, Benny tetap duduk di Kabinet Pembangunan 5 sebagai Menteri Pertahanan. 

Dan Benny terus bermanuver untuk memuluskan Jalan Tri menjadi wakil presiden. Berbagai manuver politik yang dilakukan Benny, membuat sikap Soeharto berubah. 

baca juga

Ia mulai mencurigai Benny. Kecurigaan itu berubah menjadi kemarahan, saat putra-putri Soeharto beserta sebagian mantu-mantunya, terlibat dalam berbagai bisnis besar di Indonesia. 

Banyak kalangan yang gerah melihat situasi tersebut. Teddy masih ingat, saat menjadi panglima ABRI, ia bersama Benny sempat membuat analisa bahwa kondisi itu akan menjadi faktor yang tidak menguntungkan secara politis bagi Presiden Soeharto.

Benny yang merasa bertanggung jawab atas keberlangsungan kekuasaan Soeharto, lalu berkunjung ke Cendana untuk menyampaikan permasalahan itu. 

Akan tetapi Soeharto tidak menanggapi secara serius kunjungan Benny tersebut. Presiden malah mengajak Benny untuk bermain billiard. 

Saat bermain billiard itulah, secara hati-hati Benny menyampaikan kekhawatiran jika tingkah laku anak-anak dan menantu Soeharto bisa mengancam posisi sang presiden. 

Menurut Julius Pour, Benny menyebut kondisi tersebut membahayakan bagi Soeharto. 

Namun secara tegas, dia menyatakan ABRI masih berada di belakang Sang Presiden. Tapi saya tidak bisa menjamin mereka juga bakal mendukung putra-putri bapak," katanya. 

Dan secara tidak terduga Soeharto tiba-tiba meletakkan tongkat bilyarnya, dengan muka kesal ia meninggalkan Benny sendirian. 

Benny sempat mengira Soeharto pergi ke toilet. "Ternyata dia (Soeharto) meninggalkan saya untuk tidur, maka saya sadar dia marah atas kata-kata yang baru saja saya ucapkan," kata Benny.

Usai kejadian di Cendena tersebut, Soeharto mulai menjauhi Benny. Masukkan Benny  ternyata membuat presiden tersinggung.

Hal itu sempat disampaikan Soeharto kepada Tri Sutrisno. Pada suatu hari Tri sempat menyampaikan keprihatinan para jenderal senior terhadap kegiatan bisnis putra-putri Soeharto. 

"Tri apakah ada aturannya, atau undang-undang yang melarang anak-anak pejabat berbisnis? Kalau ada, saya tidak mau jadi presiden," ujar Soeharto seperti dikutip Salim Haji Said dalam bukunya Menyaksikan 30 Tahun Pemerintah Otoriter Soeharto. 

Tidak ada info yang jelas mengenai hukuman langsung apa yang diberikan Soeharto kepada Benny. 

Namun yang jelas pada saat Presiden Soeharto melantik para menteri yang duduk di Kabinet Pembangunan 6, Benny sama sekali tidak ikut sertakan. 

Sejak saat itu berakhirlah karir sang loyalis sebagai orang dekat Soeharto. (*)

Sumber: SEJARAH SERU

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menebak Sosok Cawapres yang Diendorse Luhut untuk Anies Baswedan, Siapa Ya?

Menebak Sosok Cawapres yang Diendorse Luhut untuk Anies Baswedan, Siapa Ya?

Kotak Suara | Sabtu, 06 Mei 2023 | 20:39 WIB

4 Poin-poin Penting Pertemuan Luhut dan Surya Paloh, Bawa-bawa Anies Baswedan

4 Poin-poin Penting Pertemuan Luhut dan Surya Paloh, Bawa-bawa Anies Baswedan

News | Sabtu, 06 Mei 2023 | 14:38 WIB

Luhut Endorse Nama Cawapres Buat Anies ke Surya Paloh

Luhut Endorse Nama Cawapres Buat Anies ke Surya Paloh

News | Jum'at, 05 Mei 2023 | 18:40 WIB

Siapa pun Cawapresnya, Prabowo Tetap Perkasa Ungguli Ganjar dan Anies di Pilpres 2024

Siapa pun Cawapresnya, Prabowo Tetap Perkasa Ungguli Ganjar dan Anies di Pilpres 2024

Kotak Suara | Jum'at, 05 Mei 2023 | 16:36 WIB

Terkini

Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing

Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan

Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook

Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Terungkap Isi Percakapan Group Komunitas Gay dari Ponsel Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi Depok

Terungkap Isi Percakapan Group Komunitas Gay dari Ponsel Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi Depok

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci

Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Menteri Hukum Mending Dorong RUU Perampasan Aset, Ketimbang Hukuman Mati Koruptor

Menteri Hukum Mending Dorong RUU Perampasan Aset, Ketimbang Hukuman Mati Koruptor

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Puluhan Pohon Jati di RPH Sukun Bojonegoro Diduga Dibabat, Perhutani Lapor Polisi

Puluhan Pohon Jati di RPH Sukun Bojonegoro Diduga Dibabat, Perhutani Lapor Polisi

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Tak Sekadar Limbah, Pelepah Pisang Ternyata Bisa Diolah Jadi Bioplastik Bikin Daging Lebih Awet

Tak Sekadar Limbah, Pelepah Pisang Ternyata Bisa Diolah Jadi Bioplastik Bikin Daging Lebih Awet

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Nadiem Makarim Disebut Bukan Penerima Manfaat Ekonomis AKAB dan GoTo

Nadiem Makarim Disebut Bukan Penerima Manfaat Ekonomis AKAB dan GoTo

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:54 WIB

Pertamina Lubricants Catat Volume Ekspor 11 Ribu KL ke 16 Negara

Pertamina Lubricants Catat Volume Ekspor 11 Ribu KL ke 16 Negara

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:52 WIB

×