pekanbaru

Kader Demokrat Kompak Sebut Anies Baswedan Penghianat, Operasi Serempak Malam Hari Lakukan Ini

Suara Pekanbaru Suara.Com
Jum'at, 01 September 2023 | 08:38 WIB
Kader Demokrat Kompak Sebut Anies Baswedan Penghianat, Operasi Serempak Malam Hari Lakukan Ini
Bakal Calon Presiden Anies Baswedan. Partai Demokrat bereaksi lantaran mengendus penghianatan Anies Baswedan kepada AHY dengan cara memilih Cak Imin sebagai bakal cawapres. (suara.com)

SUARA PEKANBARU - Nasi sudah menjadi bubur, meski belum resmi Anies Baswedan menumumkan bakal calon wakil presidennya, namun Partai Demokrat sudah bereaksi.

Partai Demokrat bereaksi lantaran mengendus penghianatan Anies Baswedan kepada AHY dengan cara memilih Cak Imin sebagai bakal cawapres.

Dampak dari itu semuan, DPD Partai Demokrat Sumut mencopot spanduk dan baliho Anies Baswedan yang dipasang di Medan, Kamis (31/8/2023) malam.

Pencopotan baliho itu buntut dari kekecewaan Partai Demokrat terhadap Anies dan Surya Paloh yang memutuskan memilih Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres di Pilpres 2024.

"Sudah dicopot," kata Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Muhammad Lokot Nasution kepada SuaraSumut.id.

















Kader Demokrat turunkan baliho Anies Baswedan. [suara.com/istimewa]
Kader Demokrat turunkan baliho Anies Baswedan. (sumber: suara.com/istimewa)

Lokot mengatakan seyogyanya tiga partai berkoalisi yakni Demokrat, NasDem, PKS, yang mendukung Anies sebagai calon presiden dalam memutuskan cawapres mestinya lewat diskusi.

"Siapa aja boleh (jadi cawapres), tapi kami diajak mengobrol dong, Pak Surya Paloh ini nganggap kami apa anak buah dia? Oh bukan, kita ini sama. Kita ini berdaulat atas koalisi ini," ungkap Lokot.

Menurut Lokot, masalah siapa menjadi cawapres, Anies yang memutuskan dan kriterianya sudah disampaikan dan salah satu kriterianya tidak punya dosa masa lalu.

Baca Juga: Pernyataan Lengkap Surya Paloh Soal AHY Cawapres Anies Baswedan: Kalian Nilai Ada Kejujuran atau Enggak

Dengan dipilihnya Cak Imin sebagai cawapres Anies, bagi Lokot tentu menimbulkan tanda tanya terkait integritas Anies.

"Ini apa yang mau dipegang," katanya.

Lokot menyampaikan kekecewaan atas tindakan Anies dan Surya Paloh dalam memutuskan cawapres. Dirinya bahkan menyebut hal itu sebagai pengkhianatan.

"Dan ingat, yang mengajak kami bergabung mas Anies sendiri. Kami merasa dikhianati. Kalau orang bohong masih dimaafkan, orang salah masih bolehlah di negara ini, tapi tak ada tempat untuk pengkhianat di republik ini," jelasnya.

Saat ini Demokrat Sumut masih menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Kami memasang spanduk, baliho untuk meningkatkan elektabilitas calon presiden kami. Hari ini untunglah kita dikhianati ketimbang sudah jadi presiden kita dikhianati apa gak makin sakit," katanya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI