SUARA PEKANBARU - Di tengah kerja tim sukses Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas pakai politik agama.
Gus Yaqut yang nyengir ditanya soal Al Zaitun, kini "nongol" ke publik mengomentari soal isu politik agama yang kerap ada di helatan pemilu.
Secara terang-terangan, Gus Yaqut memberikan tanggapannya soal politisasi agama menjelang Pilpres 2024.
Gus Yaqut tersebut di tengah riuh Anies Baswedan meminang Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres, mewanti-wanti soal politik agama.
![Pasangan bakal capres dan cawapres, Anies Baswedan-Cak Imin. Kabarnya Muhaimin Iskandar akan segera digarap KPK. [@cakimiNOW]](https://media.suara.com/suara-partners/pekanbaru/thumbs/1200x675/2023/09/03/1-pasangan-bakal-capres-dan-cawapres-anies-baswedan-cak-imin.jpg)
Dia menggunakan jabatannya pada Minggu (2/9/2023), memberi keterangan, agar masyarakat memeriksa rekam jejak dari para calon pemimpin yang maju di Pemilu sekaligus Pilpres 2024.
Pertama, rakyat harus memastikan apakah sosok pemimpin tersebut pernah menggunakan agama sebagai alat untuk memenangkan kepentingannya atau tidak.
Jika ada indikasi bahwa sosok pemimpin tersebut menggunakan agama sebagai alat politik alias melakukan politisasi agama, Yaqut menegaskan untuk tak memilih pemimpin itu.
Lebih lanjut Yaqut juga meminta agar masyarakat jeli terhadap apakah pemimpin yang hendak dipilih adalah pemecah belah umat atau bukan.
Sekali lagi, Yaqut menegaskan agar masyarakat tak memilih pemimpin yang demikian.
Yaqut ingin masyarakat lebih berhati-hati supaya akhirnya memilih pemimpin yang benar-benar bisa dipercaya, bisa diberikan amanah untuk memimpin bangsa besar. (*)