"Israel mengatakan mereka menargetkan pejuang perlawanan, situs militer, dan bangunan yang dimiliki oleh Hamas, tetapi kenyataannya berbeda. Saya percaya Israel dengan sengaja menargetkan warga sipil dan menggusur mereka untuk memberikan tekanan lebih pada Hamas," kata Al-Bawab.
"Tapi apa salah kami? Ke mana kita akan pergi?" kata dia menegaskan.
Mohammed Salah, dari lingkungan Beit Lahia di utara Gaza, mengatakan ia meninggalkan rumahnya dan berlindung di sekolah yang dijalankan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama dengan keluarga lain dari daerah tersebut.
"Semalam, pesawat Israel secara acak membom daerah kami. Situasinya sangat berbahaya, jadi saya meninggalkan rumah saya bersama keluarga lainnya," kata ia kepada Al Jazeera.
"Bom Israel tidak membedakan antara warga sipil dan pejuang perlawanan. Dalam setiap perang, kita meninggalkan rumah kami karena bom yang sembrono," katanya.
"Kami telah tinggal selama bertahun-tahun, tanpa ada yang membela atau berdiri untuk kami. Kami memiliki hak untuk melawan penjajah kami," kata Salah. (*)