Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:52 WIB
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
Ilustrasi operasi ULC PCI (Pixabay/Sasin Tipchai)
baca 10 detik
    • ULC PCI memungkinkan pembukaan sumbatan jantung dengan penggunaan zat kontras sangat minimal, sehingga lebih aman bagi pasien dengan gangguan ginjal.
    • Dengan teknologi IVUS, dokter dapat melakukan tindakan PCI secara presisi tinggi tanpa bergantung pada kontras dalam jumlah besar.
    • Metode ini menjadi semakin relevan karena penyakit jantung dan gangguan ginjal kerap berjalan bersamaan.

Suara.com - Bagi pasien penyakit jantung, tindakan membuka pembuluh darah yang tersumbat sering kali menjadi prosedur penyelamat nyawa.

Namun, bagi pasien yang juga memiliki gangguan ginjal, tindakan ini menyimpan risiko tambahan akibat penggunaan zat kontras, cairan yang membantu dokter melihat pembuluh darah melalui pencitraan sinar-X.

Pada kondisi fungsi ginjal yang menurun, zat kontras dapat memperberat kerja ginjal dan memicu kerusakan lebih lanjut.

Menjawab tantangan tersebut, Siloam International Hospitals menghadirkan pendekatan kardiologi intervensi berbasis teknologi mutakhir melalui teknik ultra low contrast percutaneous coronary intervention (ULC PCI).

Ilustrasi dokter spesialis. [Ist]
Ilustrasi dokter spesialis. [Ist]

Teknik ini memungkinkan pembukaan sumbatan pembuluh darah jantung dengan penggunaan zat kontras seminimal mungkin, tanpa mengurangi efektivitas maupun keamanan prosedur.

Teknik ULC PCI diterapkan oleh dr. Arwin Saleh Mangkuanom, Sp.JP (K), FIHA, Konsultan Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals TB Simatupang.

Menurutnya, metode ini menjadi semakin relevan karena penyakit jantung dan gangguan ginjal kerap berjalan bersamaan.

Secara global, sekitar satu dari tiga pasien jantung juga mengalami penurunan fungsi ginjal. Pada pasien dengan laju filtrasi ginjal (eGFR) di bawah 30, penggunaan kontras dalam jumlah besar berisiko tinggi menyebabkan gagal ginjal.

Pada prosedur PCI konvensional, penggunaan zat kontras dapat mencapai 100 cc. Sementara pada pasien berisiko tinggi, jumlah idealnya dibatasi di bawah 30 cc atau bahkan lebih rendah.

baca juga

Di sinilah peran teknologi intravascular ultrasound (IVUS) menjadi krusial. IVUS memungkinkan dokter melihat struktur pembuluh darah dari dalam secara real-time menggunakan gelombang suara, sehingga tindakan dapat dilakukan dengan presisi sangat tinggi tanpa bergantung pada kontras.

“Dengan IVUS, kami bisa memandu kawat dan balon secara akurat. Zat kontras hanya digunakan di tahap akhir, itu pun dalam jumlah sangat kecil, untuk memastikan hasil tindakan,” ujar dr. Arwin.

Teknik ini direkomendasikan bagi pasien dengan penyakit ginjal kronis, riwayat gagal ginjal, syok kardiogenik, robekan pembuluh darah koroner, atau hasil skrining risiko tinggi berdasarkan Mehran Score. Sejak diterapkan pada 2020, ULC PCI di Siloam Hospitals TB Simatupang mencatat tingkat keberhasilan hingga 99 persen.

Lyanan ini memperkuat komitmen menghadirkan perawatan jantung yang presisi, aman, dan komprehensif. Kehadiran ULC PCI menjadi pilihan penting bagi pasien jantung berisiko tinggi, sekaligus menegaskan bahwa layanan medis berstandar internasional kini dapat diakses tanpa harus berobat ke luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya

BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:57 WIB

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal

Lifestyle | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:04 WIB

Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya

Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya

Health | Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:50 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB