SUARA PEKANBARU - Dilaporkan pascaserangan Hamas di Israel, ada 10 warga Nepal tewas.
Mereka dinyatakan tewas ketika militan Hamas menyerang selatan Israel pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023 kata duta besar Nepal untuk Israel kepada CNN seperti dikutip pekanbaru.suara.com pada Senin, 9 Oktober 2023.
Mereka yang meninggal adalah mahasiswa pertanian di kibbutz Alumim, kata Duta Besar Kanta Rizal.
Satu mahasiswa Nepal masih belum ditemukan, tambah Rizal.
Para pejabat mengatakan jumlah korban tewas di Israel telah mencapai 700 setelah serangan kejutan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dimulai pada hari Sabtu.
Lebih dari 400 warga Palestina telah meninggal dalam respons militer Israel, menurut kementerian kesehatan di Gaza.
Rakyat Gaza Melawan
Radio publik Israel melaporkan pejuang perlawanan dari Gaza telah muncul di 21 lokasi di sekitar perimeter Jalur Gaza.
Sementara itu, Yedioth, surat kabar berbahasa Ibrani, melaporkan bahwa Al-Qassam, kelompok militan Gaza, telah menyandera 35 tentara Israel dari wilayah permukiman yang mencakup Jalur Gaza.
Sebuah rekaman video menunjukkan beberapa mayat dan korban luka dari pihak Zionis tersebar di jalan, termasuk Ketua Dewan Regional, Shaar Hanegev.
Akibat serangan mendadak dan serangan tanpa peringatan, Rumah Sakit Soroka melaporkan bahwa puluhan orang terluka telah dievakuasi, termasuk banyak yang dalam kondisi kritis.
Brigade Al-Qassam telah mempublikasikan gambar-gambar pejuangnya yang melewati pagar pemisah menuju kamp-kamp dan permukiman di sekitar Gaza.
Mereka juga terlibat dalam operasi keliling di kawasan tersebut, bahkan beberapa berkeliling di kota-kota di wilayah yang dikuasai Israel sejak 1948 menggunakan kendaraan tempur, sepeda motor, dan parasut terbang.
Terjadi bentrokan dengan pasukan Israel, termasuk sebagian dari mereka yang keluar dari tank dan kendaraan militer.
Beberapa gambar juga menunjukkan proses pemindahan tentara Zionis yang masih hidup dan jenazah dari kamp dan permukiman ke Jalur Gaza.