SUARA PEKANBARU - Pasukan Palestina memberikan kejutan saat menyerbu Israel. Selain menyerbu dari darat, pasukan Palestina juga menyerbu dari udara.
Penyerbuan itu hingga saat ini menewaskan 600 orang dari pihak Israel, termasuk 44 di antaranya tentara.
Kemajuan serangan pertama ke Israel oleh Hamas dan pasukan Palestina terjadi dekat Gaza kemarin.
Selain menangkap komandan markas militer itu, pasukan Palestina juga menahan sejumlah tentara Israel di sana.
Dikutip dari Tvone pada Senin, 9 Oktober 2023, Pasukan Palestina juga menembus dan menjebol pembatas yang dipasang Israel di tanah Palestina demi melindungi para pemukim Israel. Situasi pun seketika kacau balau.
Tak hanya menbol wilayah yang dikuasai Israel dari darat, pasukan Palestina juga masuk dari udara ke sejumlah lokasi di Israel.
Israel pun panik. Mereka mengerahkan seluruh kemampuan untuk menggempur Gaza, yang ditandai Israel sebagai markas utama Hamas.
Berbagai gedung diserang dari udara, termasuk Rumah Sakit Indonesia. Serangan di rumah sakit Indonesia itu menewaskan seorang staf Rumah Sakit berkewarganegaraan Palestina.
Israel bahkan mengerahkan tentara cadangan, namun itu tidak cukup. Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, turun gunung untuk ikut bertempur setelah mendaftarkan diri untuk terjun ke dalam perang melawan Palestina, yang berjuang merebut tanah air.
Bahkan hari ini, Israel meminta seluruh warga negaranya di berbagai belahan dunia untuk pulang dan berperang melawan Palestina.
Hingga hari kedua perang dengan Palestina, Israel terus digempur. Gempuran tak hanya datang dari Palestina.
Hizbullah mendukung penuh serangan oleh Palestina dengan menggempur sejumlah bangunan militer Israel di perbatasan dengan Libanon.
Di antara bangunan yang digempur adalah Stasiun Radio militer dan Radar militer. (*)