ponorogo.suara.com – Realisasi pencocokan dan penelitian (Coklit) wilayah Ponorogo yang sudah dilaksanakan sejak 12 Februari 2025 oleh 2.878 petugas pemutakhiran data (pantarih) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga selasa (7/3/2023) belum selesai seratus persen.
Komisioner KPU, Arwan Hamidi menuturkan, saat ini jumlah data yang terkumpul sudah mencapai 82,5 persen dari target. Petugas, bahkan melakukan pendataan secara door to door.
“sebenernya sudah hampir mencapai target, insaallah semoga bisa diakhiri pada tanggal 10 maret ini maju 7 hari dari target yang di jadwalkan tanggal 14 maret 2023” ungkapnya saat ditemui ponorogo.suara.com.
Arwan melanjutkan, selama petugas melakukan pemutakhiran data, sejumlah titik Coklit memang memiliki kendala seperti warga tidak bisa ditemui karena sedang tidak berada dirumah. Namun selain itu, tidak ada kendala yang berarti
Ia menambahkan untuk Coklit di Kawasan bencana seperti di Desa Tumpuk, Kabupaten Ponorogo, pencocokan data dilakukan di rumah pengungsian. Namun untuk pemasangan stiker mungkin tidak bisa dilakukan di rumah korban pengungsian karena masuk Kawasan zona merah yang berbahaya bagi petugas Pantarih
“untuk khusus di lokasi pengungsian desa tumpuk, pengecekan data dilakukan di bangunan pengungsian. Namun untuk stiker, ya bisa disimpan oleh warga terdampak” katanya
Seperti diketahui, ribuan pantarlih diterjunkan untuk melakukan pencocokan dan penelitian daftar pemilih tetap (DPT). Jumlah data yang harus di lakukan pemuthakiran sebanyak 763.010 pemilih. dengan jumlah KK sebanyak 355.778 KK. sementara untuk (TPS) jumlahnya mencapai 2.878 TPS