Nasib malang dialami bayi perempuan yang baru lahir dari pasangan Siti Cotijah dan Kuswoyo warga Kartoharjo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. karena kekurangan biaya, bayi yang diberi nama Aprilia fitriani Kusuma putri ini belum bisa pulang ke rumah lantaran kedua orang tuanya tak mampu melunasi kekurangan biaya persalinan di Rumah Sakit Muslimat Ponorogo.
Mirisnya lagi, selain dari kalangan tidak mampu, kedua orang tua bayi juga tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS serta tidak memiliki surat miskin untuk meringankan biaya persalinan yang mencapai 8 juta rupiah karena bukan warga asli Ponorogo.
Kuswoyo, orang tua bayi menuturkan, sebelum divonis harus melakukan Tindakan operasi Caesar, bayi kandungannya diperkirakan oleh bidan bersalin dapat lahir secara normal. Namun saat proses persalinan, pihak bidan memutuskan merujuk ibu bayi ke Rumah Sakit Muslimat untuk dilakukan operais Caesar karena posisi bayi Sungsang.
“sebelumnya diperkirakan lahir normal oleh bidan yang selama ini tempat ibu bayi kontrol, saya bahkan sudah menjual motor senilai 3 juta untuk biaya tersebut, tapi pas lahiran, dirujuk ke rumah sakit karena bayinya sungsang” katanya kepada ponorogo.suara.com jejaring media suara.com, Minggu (9/4/23)
Ia menambahan, pihak rumah sakit tidak mengijinkan bayi dan ibunya pulang sebelum biaya pelunasan sebesar 5 juta rupiah di selesaikan meski dirinya sudah membayar DP sebesar 3 juta rupiah.
“iya, bayi dan istri saya ditahan sampai bisa membayar rumah sakit, harusnya ibu dan bayi dapat pulang kerumah kemarin sabtu (8/4/23) namun karena belum bisa bayar sisanya ya masih di kamar rawat inab” ungkapnya.
Kusmoyo menekankan, dirinya nekat menandatangani berkas perawatan sebagai syarat dilakukan operasi caesar, meski ia tak memiliki biaya untuk membayarnya karena sudah tidak punya pilihan selain memastikan istri dan bayi dikandungan ditolong terlebih dahulu.
![Bupati Ponorogo tengok bayi dan anak di RS Muslimat [ponorogo.suara.com/dedy.s]](https://media.suara.com/suara-partners/ponorogo/thumbs/1200x675/2023/04/09/1-unadjustednonraw-thumb-41e.jpg)
Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancaka yang mengetahui peristiwa tersebut langsung bertindak cepat. Kang Giri, sapaan akrab Bupati mendatangi rumah sakit Muslimat dan menebus kekurangan biaya persalinan pasangan Siti Cotijah dan Kuswoyo.
Sugiri menjelaskan, apa yang dilakukan adalah bentuk kemanusiaan agar keluarga bayi bisa segera berkumpul di rumah.
Baca Juga: Minta Pemprov Segera Benahi Perpustakaan Sekolah, DPRD DKI: Jangan Seadanya Saja
“kalau sudah bicara kemanusiaan, sudah tidak kita lihat lagi ini ponorogo, atau madiun, yang penting semua adalah warga dan saudara kita” tuturnya.
sementara itu, Sumardi, pihak Humas Rumah sakit Muslimat mengaku, pihak pasien tidak memberikan informasi terkait kemampuan untuk pembiayaan rumah sakit.
Sumardi menegaskan kasus ketidakmampuan pembiayaan dalam penanganan medis di rumah sakit Muslimat sudah sering terjadi, dan pihak rumah sakit selalu support agar pasien tetap bisa ditindak lanjuti dengan memberikan keringanan
"untuk pasien yang kurang mampu, kita selalu suport bagaimana agar pasien tidak terbebani dengan biaya pemeriksaan dan perawatan dan tetap dilayani semaksimal mungkin" ungkapnya.