Suara Ponorogo - Seiring berjalannya perhelatan Gerebeg Suro 2023 yang menjadi ajang hajatan besar dan ikonik bagi warga Ponorogo,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo telah mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengantisipasi kemungkinan adanya peningkatan pengemis dadakan yang terorganisir, seperti yang terjadi di Madiun beberapa waktu lalu.
Kepala Satpol PP Kabupaten Ponorogo, Joko Waskito, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan yang matang untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para pengunjung selama perhelatan Grebeg Suro.
"Di Ponorogo hari ini ada hajatan besar dan juga menjadi ikonnya warga Ponorogo, yaitu Grebeg Suro. Untuk pengamanan, kita bekerja penuh waktu mulai dari pembukaan hingga penutupan acara, termasuk melakukan koordinasi dengan pengemis seperti yang dilakukan di Madiun. Kami menyiapkan 5 regu dan tim reaksi cepat (TRC) yang siap turun tangan untuk mengantisipasi masuknya pengemis ke wilayah Ponorogo," jelas Joko.
Menjelang perhelatan Grebeg Suro, Pemkab Ponorogo telah menentukan beberapa titik yang menjadi fokus pengawasan, seperti pabrik es dan jalan menuju Wonogiri.
"Titik-titik tersebut telah kita siapkan dengan adanya tim reaksi cepat (TRC). Harapan kami adalah agar para pengunjung dapat menikmati perhelatan Grebeg Suro dengan nyaman tanpa adanya gangguan dari para pengemis di sekitar Alun-Alun," tambah Joko.
Joko juga menegaskan bahwa setiap harinya pihaknya rutin melakukan razia terhadap pengemis.
"Ketika ada pengemis di jalan, kita amankan dan bawa ke dinas sosial. Kita telah menyiapkan tim TRC yang siaga selama 24 jam. Tidak hanya pengemis, pengamen, dan anak punk juga kita amankan dan bawa ke dinas sosial untuk mendapatkan pembinaan," ungkap Joko.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang telah diambil oleh Pemkab Ponorogo, diharapkan perhelatan Grebeg Suro 2023 dapat berjalan dengan aman dan lancar, memberikan kesan yang baik bagi para pengunjung, serta memperkuat citra positif Ponorogo sebagai tujuan wisata budaya yang menarik.
Baca Juga: DPRD DKI Protes Penghuni Rusunawa Punya Mobil, Pemprov: Mungkin Warga Gusuran