SUARA PONOROGO - Musibah kebakaran kembali melanda Kabupaten Ponorogo, kali ini menimpa Pondok Pesantren (Ponpes) Hasan Munadi yang berlokasi di Desa Karangan, Kecamatan Badegan.
Kandang kambing yang ada di Ponpes tersebut dilalap si jago merah, menyebabkan kebakaran yang menghanguskan kandang dan mengakibatkan kematian 14 ekor kambing.
Upaya penanganan segera dilakukan oleh Pemadam Kebakaran (Damkar) Ponorogo dibantu warga.
![Joko Waskito, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ponorogo. [ponorogo.suara.com/dedy.s]](https://media.suara.com/suara-partners/ponorogo/thumbs/1200x675/2023/08/07/1-whatsapp-image-2023-08-07-at-113733.jpeg)
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Ponorogo, Joko Waskito menjelaskan, dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi untuk memadamkan api yang semakin membesar.
Kendala utama dalam penanganan kebakaran ini adalah lokasinya yang jauh dari pusat kota. Dibutuhkan waktu sekitar 45 menit bagi petugas dan mobil Damkar untuk mencapai lokasi kejadian.
Pemadaman yang dilakukan petugas membutuhkan waktu cukup panjang berkisar satu jam untuk berhasil memadamkan api yang menghanguskan kandang kambing serta menyebabkan kerugian mencapai Rp 150 juta.
Joko Waskito, mengungkapkan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran ini adalah aksi para santri di Ponpes yang tengah membakar sampah.
"Kami menduga aksi membakar sampah yang dilakukan oleh para santri menjadi pemicu kebakaran ini. Akibatnya, 14 ekor kambing tewas terpanggang dalam peristiwa ini," ungkap Joko.
Peristiwa tragis ini memberikan pelajaran berharga kepada masyarakat Ponorogo dan masyarakat pada umumnya akan pentingnya kesadaran akan tindakan pencegahan kebakaran.
Baca Juga: Beraksi di Gang Sempit, Pria Tambun Nekat Remas Payudara Cewek Berhijab