SUARA PONOROGO - Kekhawatiran mengenai ketidaktersediaan stok BBM bersubsidi jenis solar di Kabupaten Ponorogo masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dalam kesempatan setelah rapat paripurna bersama DPRD, mengungkapkan bahwa mereka masih belum dapat mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan lonjakan permintaan BBM jenis solar hingga mengakibatkan ketersediaannya menipis hingga bulan Agustus 2023.
Kang Giri, sebutan akrab Bupati Ponorogo, menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk memahami penyebab peningkatan penggunaan BBM Solar di Ponorogo.
"Sejauh ini, kita masih belum dapat mengidentifikasi alasan di balik lonjakan permintaan solar," ungkapnya pada Selasa (12/9/23).
Oleh karena itu, untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat yang semakin gelisah karena kesulitan mendapatkan solar subsidi untuk keperluan mobil niaga dan pertanian, Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah mengirimkan surat permohonan penambahan kuota Solar Subsidi ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
"Alasan utama kami mengajukan permohonan ini ke BPH Migas adalah karena ketersediaan BBM solar sudah mulai menurun dan menyebabkan kecemasan di kalangan masyarakat," tegasnya.
Kang Giri menambahkan bahwa mereka masih menunggu tanggapan atas surat permohonan yang telah mereka kirimkan kepada BPH Migas.
Dia optimis bahwa permohonan mereka akan disetujui oleh pemerintah pusat.
"pasti akan disetujui nantinya. yang mestinya jatah untuk akhir tahun, Kami akan dorong untuk dimajukan ke depan" pungkasnya.
Baca Juga: Bukan Pacar Thariq, Atta Kenalkan Aaliyah dengan Status Ini pada Sang Ibu