Suara Ponorogo - Di tengah hiruk-pikuk politik Indonesia yang semakin memanas menjelang Pemilihan Presiden 2024, seorang figur muda mulai menggaung di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, putra sulung dari Presiden Joko Widodo, mendapat dukungan yang menonjol dari sejumlah santri muda di Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Ponorogo.
Pendukungnya, seperti Canon Hidayatullah, dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia memerlukan sosok pemimpin muda, dan menemukan karakter tersebut dalam diri Gibran Rakabuming Raka.
Mereka percaya bahwa Gibran memiliki kekuatan karakter yang mampu mengakomodir gagasan dari kalangan santri dan anak muda.
“kenapa Gibran, karena saya percaya bahwa anak akan belajar dari ayahya, Bapak Presiden Joko Widodo” ungkapya
Namun, di balik sorotan positif ini, terdapat beberapa pertanyaan yang tak terelakkan. Salah satunya adalah soal batas usia calon presiden dan calon wakil presiden.
Canon berharap agar Mahkamah Konstitusi (MK) dapat segera mengesahkan perubahan ini, sehingga usia tidak lagi menjadi hambatan bagi pemimpin muda.
“MK Harus mengkaji Kembali aturan ini sehingga menghasilkan hasil tebaik utuk masa depan bangsa” tegasnya
Namun, perlu dicatat bahwa dukungan terhadap Gibran tidak sepenuhnya merata.
Di tengah pesona dan janji pemimpin muda, ada tantangan yang tak boleh diabaikan. Pemilih Indonesia harus tetap kritis dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan dalam Pilpres 2024.