Suara Ponorogo - Puluhan atlet paralayang dari berbagai kota di Indonesia memenuhi event Paralayang Liga 3 Jawa Timur yang diadakan di Desa Biting, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur.
Dalam kompetisi ini, atlet-atlet harus menghadapi tantangan mengendalikan paralayang di tengah cuaca panas dan angin kencang di Bukit Pleret yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah.
Dari pantauan Suara Ponorogo, untuk mencapai titik take off, para atlet harus melewati jalan terjal yang berdebu untuk mencapai puncak. Karena itu, panitia menyediakan layanan transportasi dengan tarif sebesar 15 ribu.
Ketua panitia event Paralayang Liga 3 Jawa Timur, Ribut Riyanto, mengungkapkan bahwa atlet-atlet dari berbagai kota seperti Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, dan DKI Jakarta turut berpartisipasi.
"Target kami adalah 80 peserta, dan saat ini sudah terdaftar 60 atlet dari berbagai kota di Indonesia," ujarnya pada Jumat, 20 Oktober 2023.
Ribut juga menambahkan bahwa mayoritas peserta adalah atlet junior yang dinilai berkompeten dalam mendarat di titik yang telah ditentukan.
Sementara itu, Mustika (17), seorang atlet dari Magetan, menyatakan bahwa salah satu tantangan dalam liga ini adalah banyaknya bangunan rumah di lintasan paralayang yang berpotensi berbahaya jika terjadi masalah dengan angin.
"Hambatan terbesar adalah harus melewati atap rumah yang berbahaya jika angin tiba-tiba tidak terkendali," ungkapnya.
Meskipun lokasi liga merupakan lokasi paralayang baru, panitia berharap acara ini dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kafe Dekat ISI Jogja, Harga Terjangkau Nyaman Buat Nongkrong!
Mereka berharap bahwa lokasi ini akan menjadi destinasi wisata paralayang yang populer di masa depan.