Dalam misi mengejar ketertinggalan, FajRi kerap melakukan kesalahan sendiri. Mereka sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 13-16, tetapi kehilangan banyak poin hingga The Daddies unggul 18-13.
Pertandingan berlangsung kian sengit saat FajRi menipiskan selisih poin menjadi tiga saja untuk mengubah kedudukan menjadi 15-18, tetapi satu pukulan net Mohamad Ahsan membuat situasi berubah.
The Daddies unggul 19-15 yang membuat tekanan besar bagi FajRi. Situasi di poin-poin kritis terbukti menguntungkan The Daddies hingga berhasil unggul 20-15, sebelum menang 21-16.
The Daddies berhasil lolos ke partai final Kejuaraan Dunia 2022 sekaligus jadi harapan satu-satunya bagi Indonesia untuk bisa membawa pulang gelar juara dari event besar ini. Hasil ini juga merupakan ulangan semifinal Kejuaraan Dunia 2019 di mana The Daddies juga berhasil lolos ke final setelah mengalahkan FajRi.
Pada edisi 2019, The Daddies tampil superior. Keluar sebagai juara setelah mengalahkan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di partai final.
Kemenangan ini juga membuat The Daddies berhasil membalas kekalahan FajRi di final Malaysia Masters 2022 pada 10 Juni lalu. The Daddies sementara unggul head-to-head dari juniornya itu dengan tiga kemenangan dari lima pertemuan terakhir.
Di partai final, Hendra/Ahsan masih menunggu calon lawan antara wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty yang akan saling bertarung di semifinal.
Sumber : Suara.com