Poptren.suara.com - Rilis tahun 2010, film berjudul The Little Commedian menceritakan seorang anak laki-laki usia 12 tahun bernama Tock (diperankan Chawin Likitjaroenpong) yang berusaha merebut perhatian sang ayah.
Lahir sebagai anak pertama dari Plern (diperankan Jaturong Phonbon), yang mencari nafkah
dengan melucu di restoran atau bar bersama kelompoknya. Terlahir dengan garis keturunan komedian, namun Tock tidak merasa ia mampu meneruskan garis keturunan tersebut.
Tock sudah berulang kali mencoba melucu namun selalu tidak berhasil membuat orang tertawa. Tock pernah tampil melucu bersama sang ayah, namun ternyata justru berakhir bencana.
Adik perempuan Tock bernama Mon (diperankan Nachapat Charurattanawaree) justru menunjukkan bakat melucu alami yang dimaksud sang ayah.
Hal tersebut membuat Tock sedih karena ketidak bisaannya justru dijadikan lelucon oleh sang ayah. Karena merasa diasingkan, Tock mengalihkan perhatiannya pada seorang dokter kulit berparas cantik bernama Preeya Wanlertsin, atau sering disapa Dokter Ice.
Dokter Ice (diperankan Paula Taylor) menjadi orang yang selalu tertawa dengan lelucon atau candaan Tock. Lambat laun, Tock jatuh cinta pada dokter Ice dan mengajaknya untuk berkencan.
Tock juga sering curhat ke dokter Ice tentang masalah yang dihadapinya, tanpa tahu bahwa dokter Ice juga menyimpan masalah sendiri.
Film ini menyajikan kisah drama tentang hubungan ayah dengan anak. Hadir dengan plot cerita, bagaimana harus lepas dari bayang-bayang sang ayah. Sekaligus menyadari bahwa tumbuh dewasa dan menjadi harapan keluarga ada proses tidak mudah yang harus dilalui.
Cerita yang erat kaitannya dengan kisah banyak orang di dunia nyata, mampu membuat
penonton tersentuh.
Di film ini pun menyajikan kisah cinta remaja laki-laki dengan seseorang yang terpaut jauh usianya. Namun kisah yang disajikan bukan kisah cinta biasa, atau cinta monyet, melainkan
bagaimana pengorbanan dan ketulusan hati yang tidak ternilai harganya.
Baca Juga: Parkir Motor Seenaknya, Pria Ini Tak Mau Pindahkan Kendaraanya Saat Macet
Meskipun dari segi humor agak kurang ‘greget’, tapi karena film ini dikemas dengan menyenangkan, film ini masih bisa dinikmati.