poptren

Bocornya Protein pada Ginjal Sebabkan Gagal Ginjal Akut, Benarkah?

Poptren Suara.Com
Senin, 24 Oktober 2022 | 07:57 WIB
Bocornya Protein pada Ginjal Sebabkan Gagal Ginjal Akut, Benarkah?
Ilustrasi buang air kecil (Freepik)

Poptren.suara.com - Ginjal termasuk salah satu organ tubuh yang vital. Tidak heran bila penyakit yang berkaitan dengan ginjal dapat berujung kematian dan menjadi "mimpi buruk" bagi banyak orang. Kerusakan pada ginjal bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak bisa diremehkan.

Doker Zubairi Djoerban, melalui akun Twitter miliknya @ProfesorZubairi, menjelaskan salah satu ciri ginjal mengalami kerusakan dapat dilihat dari adanya busa pada urine karena adanya kebocoran protein. Untuk mengetahui apakah ada kerusakan pada ginjal seseorang bukan hal sulit. 

Salah satu cara mudah untuk mengetahuinya adalah rutin memeriksakan urine.

Pemeriksaan urine secara rutin, dapat membantu untuk mengetahui dan melihat apakah kandungan albumin yang ada di dalam urine tersebut masih dalam kadar normal atau tidak. Albumin apa sih? Albumin adalah sejenis protein pada darah yang bertugas untuk membentuk plasma darah, menjaga tekanan pada pembuluh darah dan mengangkut za-zat seperti hormon atau obat-obatan.

Jika kadar Albumin dalam urine tinggi, maka dipastikan ada masalah pada ginjal. dalam cuitannya, Zubairi menuliskan : ... "Nanti akan ketahuan apakah ada albumin di urine. Positif berapa? Positif 1, 2, atau 3 atau 4. Kalau 4 berarti ada bocor ginjal yang berat," ...

Untuk lebih memastikan, tampung urine dalam wadah dan diamkan selama 24 jam kemudian bawa ke laboratorium dan nantinya urine akar dilihat, diukur ada berapa jumlah gram kebocoran dalam waktu 24 jam.

Masih dalam cuitannya di Twitter, menurut Zubairi, normalnya berada kurang dari 150. Apabila mencapai angka 500, itu sudah masuk fase serius. Mencapai angka 1000, itu artinya sudah parah.

Seperti yang sudah diketahui dan menjadi perbincangan saat ini, kasus gagal ginjal akut telah menghantui anak-anak di Indonesia. Sebanyak 206 anak terkena gagal ginjal akut, dengan 99 di antaranya meninggal dunia, berdasarkan data sampai tanggal 18 Oktober 2022.

Deteksi kondisi urine bissa dilakukan sejak dini. Apabila ada kelusakan pada ginjal maka produksi urine akan berkurang. Hal itu menyebabkan freuensi buang air kecil menjadi berkurang. Umumnya bila seseorang dalam kondisi sehat, frukensi buang air kecil adalah sebanyak 5-6 kali dalam sehari.

Baca Juga: Final Denmark Open 2022: Fajar / Rian Menangi Perang Saudara Lawan Kevin / Marcus

Jika kurang dari itu, segeralah ke dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI