Ratusan Kabupaten Ini Beresiko Terkena Polio

Poptren

Minggu, 20 November 2022 | 15:34 WIB
Ratusan Kabupaten Ini Beresiko Terkena Polio
Imunisasi polio penting untuk cegah penularan wabah polio dari Papua Nugini. ((Shutterstock))

Poptren.suara.com – Kasus polio anak ditemukan, Kementerian Kesahatan (Kemenkes) akhirnya mengungkapkan penyebabnya.

Akhirnya Kemenkes mengatakan bahwa di Kabupaten Pidie, Acah. Ternyata sangat minim imunisasi, hal inilah yang dianggap menjadi alasan kenapa muncul kasus polio.

Dari data Kemenkes menunjukan bahwa ada 415 kabupaten atau kota di Indonesia yang beresiko tinggi polio, hal ini dikarenakan rendahnya imunisasi.

“Kalau lihat cakupan oral polio virus OPV dan IPV memang seluruh Indonesia rendah terutama saat Pandemi Covid-19” ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemeneks, dr. Maxi Rein Rondonuwu saat konferensi pers, Sabtu (19/11/2022).

Adapun pasien berusia 7 tahun 2 bulan, alami kelumpuhan pada kaki kiri. Anak mulai demam padan 6 Oktober, dan 18 Oktober masuk RSUD TCD sigil.

Selanjutnya pada 21 hingga 22 Oktober dokter anak dicurigai polio, lalu dua spesimen diambil dan dikirim ke provinsi. Kemudian 7 November hasil RT-PCR keluar, terkonfirmasi polio tipe 2.

Ia juga mengatakan bahwa anak itu mengalami pengecilan di bagian otot paha dan betis. Ia juga membernarkan bahwa anak tersebut tidak mendapatkan imunisasi.

"Tapi anak ini saya lihat kondisinya kemarin bisa jalan meskipun tertatih-tatih, cuman tidak ada obat nanti tinggal di fisioterapi untuk mempertahankan masa ototnya," ungkap Dirjen Maxi.

Dari penyelidikan epidemiologi, selain cakupan imunisasi Polio yang rendah, didapati faktor perilaku hidup bersih dan sehat penduduk yang masih kurang. 

Masih ada penduduk yang menerapkan BAB terbuka di sungai. Meskipun tersedia toilet, lubang pembuangan langsung mengalir ke sungai, sementara air sungai dipakai sebagai sumber aktivitas penduduk termasuk tempat bermain anak-anak.

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Kementerian Kesehatan, WHO, dan Unicef sudah melakukan sejumlah tindakan penting termasuk melakukan pelacakan untuk mencari kasus lumpuh layuh lain di sekitar tempat tinggal kasus.

Ada juga tindakan pengambilan sampel tinja di wilayah terdampak untuk dilakukan pemeriksaan, dan memeriksa sampel air di tempat pembuangan dan survei cepat cakupan imunisasi.

Selanjutnya, akan segera dilakukan tindakan pencegahan penularan lebih luas dengan meningkatkan notifikasi nakes dan faskes untuk mendeteksi adanya kasus lumpuh layuh lain, untuk segera ditindaklanjuti secara medis maupun epidemiologis.

Berikutnya, akan dilakukan pemberian imunisasi polio tambahan bagi semua anak usia 0 hingga 13 tahun di seluruh wilayah Provinsi Aceh sebanyak 2 putaran, yang direncanakan akan dimulai pada 28 November 2022.

Melakukan edukasi dan penggerakkan masyarakat untuk mencegah penularan virus polio mengenai pentingnya imunisasi rutin bagi anak, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama perilaku BAB di jamban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Temuan Satu Kasus Di Aceh, Kemenkes Tetapkan KLB Polio Di Indonesia

Temuan Satu Kasus Di Aceh, Kemenkes Tetapkan KLB Polio Di Indonesia

| Sabtu, 19 November 2022 | 19:59 WIB

Kemenkes Tetapkan KLB Polio di Indonesia Padahal Cuma Temukan 1 Kasus, Emangnya Semenakutkan Itukah?

Kemenkes Tetapkan KLB Polio di Indonesia Padahal Cuma Temukan 1 Kasus, Emangnya Semenakutkan Itukah?

Health | Sabtu, 19 November 2022 | 18:32 WIB

Terkini

MUI Angkat Bicara Soal Status Haji Pejabat yang Terjerat Kasus Korupsi Seperti Dadan Hindayana

MUI Angkat Bicara Soal Status Haji Pejabat yang Terjerat Kasus Korupsi Seperti Dadan Hindayana

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:43 WIB

Dokter Ungkap Pentingnya Kacamata Hitam untuk Bantu Lindungi Mata dari Risiko Tumor

Dokter Ungkap Pentingnya Kacamata Hitam untuk Bantu Lindungi Mata dari Risiko Tumor

Sumut | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:41 WIB

Polda Sulbar Tahan Mantan Ketua DPRD Mamuju

Polda Sulbar Tahan Mantan Ketua DPRD Mamuju

Sulsel | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:41 WIB

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:37 WIB

Silmy Karim Lulusan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Wamen Imipas yang Jadi Tersangka Kasus Suap

Silmy Karim Lulusan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Wamen Imipas yang Jadi Tersangka Kasus Suap

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:34 WIB

Pemerintah Setuju Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Pemerintah Setuju Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Sulsel | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:32 WIB

Giorgio Antonio CEO Apa? Pacar Sarwendah Klarifikasi Usai Terseret Konflik Rumah Ruben Onsu

Giorgio Antonio CEO Apa? Pacar Sarwendah Klarifikasi Usai Terseret Konflik Rumah Ruben Onsu

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:31 WIB

Guru Besar UGM Soroti Penetapan Dadan sebagai Tersangka: Kenapa Baru Sekarang?

Guru Besar UGM Soroti Penetapan Dadan sebagai Tersangka: Kenapa Baru Sekarang?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:30 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:27 WIB

Erling Haaland ke Real Madrid Jika Enrique Riquelme Jadi Presiden

Erling Haaland ke Real Madrid Jika Enrique Riquelme Jadi Presiden

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:21 WIB