Ukuran Penis Bisa Mengecil di Usia 40 Tahun? Cek Fakta Sebenarnya di Sini!

Poptren Suara.Com
Kamis, 12 Januari 2023 | 19:16 WIB
Ukuran Penis Bisa Mengecil di Usia 40 Tahun? Cek Fakta Sebenarnya di Sini!
Ilustrasi Penis/ Mr. P (unsplash.com)

Poptren.suara.com - Ukuran penis sering kali dianggap sebagai barometer kejantanan seorang pria. Tak heran jika banyak pria mencari berbagai cara untuk memperbesar penis mereka. Selain berhubungan dengan rasa percaya diri, tentunya juga kepuasan seks.

Meski sebenarnya, ukuran penis tidak bisa dijadikan tolok ukur kepuasan pasangan di ranjang.

Bicara soal ukuran Mr. P, konon katanya penis akan mengecil saat pria memasuki usia 40 tahun! Ini bisa jadi merupakan salah satu ketakutan terbesar para pria. 

Namun, apakah pernyataan tersebut benar atau sekadar mitos? Mari kita bahas di bawah ini.

Penyebab Ukuran Penis Mengecil di Usia 40 Tahun

Seiring bertambahnya usia, akan terjadi berbagai perubahan pada tubuh. Tak terkecuali penis.

Memasuki usia 40 tahun, testis memang akan menghasilkan lebih sedikit hormon testosteron. Sementara selama masa pubertas, hormon ini meningkat secara signifikan. 

Perlu diketahui bahwa hormon testosteron berperan untuk mengatur kesuburan, merangsang perkembangan sperma, dan distribusi lemak. 

Menurunnya produksi hormon testosteron saat usia 40-an tahun dapat mengubah ukuran, bentuk, hingga fungsi penis. Misalnya, jadi lebih mengecil. 

Baca Juga: Didukung Jokowi Nyapres, Harta Kekayaan Yusril Ihza Mahendra Sudah 15 Tahun Belum Dilaporkan

Selain faktor testosteron, penyusutan penis saat memasuki usia 40 tahun bisa juga dikarenakan berkurangnya aliran darah dan hilangnya sel otot polos di penis. 

Kapan Perlu ke Dokter? 

Kamu mungkin bertanya-tanya, apakah kondisi penis yang mengecil seiring bertambahnya usia perlu dikhawatirkan?

Pada sebagian besar kasus, perubahan tersebut tergolong normal dan tidak membutuhkan penanganan medis. 

Artinya, bila ukuran Mr. P yang mengecil tidak memengaruhi fungsi penis, maka kamu tidak perlu terlalu khawatir. 

Namun, jika disertai dengan perubahan dorongan seks yang tiba-tiba, rasa sakit yang tajam ketika buang air kecil atau ereksi, atau adanya ruam pada penis, kamu perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. 

Sebab bisa jadi, ada kondisi medis lain yang mendasari seperti infeksi, batu ginjal, priapismus, atau lainnya. 

Jika memang terdapat penyakit yang mendasari, dokter akan mengatasi berdasarkan penyebabnya. Beberapa penanganan yang umum dilakukan meliputi pemberian obat, latihan Kegel, pembedahan, dan sebagainya. 

Sumber: WebMD, Healthline, Medical News Today

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI