Poptren.suara.com – Saat ini kasus campak di Indonesia tercatat naik sebanyak 25 kali lipat dari tahun sebelumnya.
Dikutip dari CNN Indonesia, kasus campak dilaporkan ada sebanyak 3.341 kasus yang baru teridentifikasi di 223 kabupaten/kota.
Campak biasanya muncul sekirar satu hingga dua minggu setelah tubuh terkena virus campak. Sehingga tubuh tak langsung memberikan sinyal ketika terpapar virus.
Anak-anak di bawah lima tahun yang paling sering terkena penyakit campak. Namun tak menutup kemungkinan semua orang bisa terkena virus ini.
Yang paling rentan terkena campak biasanya yang belum pernah terkena penyakit ataupun belum mendapatkan vaksin.
Penularan penyakit campak biasanya terjadi melalui percikan liur yang dikeluarkan oleh seseorang yang sedang terinfeksi saat ia batuk atau bersin.
Virus juga bisa bertahan selama beberapa jam dan sangat mudah menempel pada benda-benda yang tanpa kita sadari sudah kita pegang.
Gejala awal yang paling sering ditunjukan saat terkena campak yaitu batuk berdahak, pilak, demam tinggi dan mata merah.
Para anak-anak yang terkena campak biasanya memiliki bintik-bintik kolpik (bintik-bintik merah kecil dengan pusat biru putih) di dalam mulut sebelum ruam dimulai.
Baca Juga: Jalan Ninja untuk Menjaga Nutrisi dan Gizi Keluarga bagi Ibu dan Istri yang Juga Wanita Karir
Ruam pada kulit akan muncul sekitar 3-5 hari setelah gejala awal.
Dikutip dari Halodoc gejala-gejala yang akan timbul saat terkena campak yaitu:
- Mata akan merah dan sensitive dengan cahaya
- Menyerupai gejala pilek, batuk kering, hidung beringus dan sakit ternggorokan
- Demam tinggi
- Lemas dan letih