"Sesungguhnya Kami melihat mukamu selalu menengadah ke langit, karena itu Kami arahkan engkau ke kiblat yang kamu senangi; dan sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Penyayang."
Pindahnya kiblat ini memiliki makna penting dalam sejarah Islam, karena menunjukkan bahwa umat Islam harus mengarahkan ibadah mereka hanya kepada Allah SWT.
Selain itu, pindahnya kiblat juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan umat Islam di seluruh dunia, karena semua umat Islam diwajibkan untuk menghadap ke arah yang sama saat melaksanakan ibadah salat.
Pindahnya kiblat umat Islam diumumkan oleh Nabi Muhammad SAW pada tanggal 15 Sya'ban tahun ke-2 Hijriyah. Sejak saat itu, umat Islam mengubah arah kiblat salat mereka ke arah Ka'bah di Makkah, dan arah kiblat tersebut tidak berubah hingga saat ini.
Turunnya Perintah Puasa Ramadan
Turunnya perintah puasa Ramadan adalah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Syakban dalam sejarah Islam. Perintah ini diturunkan pada tahun ke-2 Hijriyah, setelah umat Islam pindah ke Madinah dan mulai membentuk masyarakat Islam yang mandiri.
Perintah puasa Ramadan tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang berbunyi:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."
Puasa Ramadan menjadi salah satu rukun Islam yang penting, karena merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dewasa yang mampu untuk melaksanakannya.
Baca Juga: Jadi Malam Pengampunan Dosa, Tahajud dan Bacalah Al-Qur'an di Malam Nisfu Syaban
Selain sebagai ibadah, puasa Ramadan juga memiliki makna sosial dan kemanusiaan yang penting, karena dapat meningkatkan empati dan solidaritas umat Islam dengan sesama yang membutuhkan.
Puasa Ramadan dilaksanakan selama sebulan penuh, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari setiap hari. Selama bulan ini, umat Muslim dilarang makan, minum, dan melakukan hubungan suami-istri dari fajar hingga terbenam matahari.
Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, membaca Al-Qur'an, dan melakukan amal kebaikan.
Turunnya perintah puasa Ramadan pada bulan Syakban menunjukkan betapa pentingnya bulan ini dalam sejarah Islam.
Selain itu, bulan Syakban juga dianggap sebagai bulan persiapan menyambut bulan Ramadan, sehingga umat Muslim banyak melakukan amalan-amalan kebaikan selama bulan ini sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan.