Poptren.suara.com - Iritasi kulit pada daerah kemaluan bisa terjadi akibat beberapa faktor seperti infeksi jamur, bakteri, atau virus, reaksi alergi, iritasi akibat penggunaan produk tertentu, celana dalam yang ketat dan lain sebagainya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa cara untuk mengatasi iritasi kulit pada daerah kemaluan.
Salah satu penelitian ilmiah yang membahas iritasi kulit pada daerah kemaluan adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Texas Medical Branch, Amerika Serikat, yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology pada tahun 2014.
Penelitian ini dilakukan pada 230 wanita dewasa yang menderita iritasi kulit pada daerah kemaluan. Para partisipan diwawancarai dan menjawab beberapa kuesioner terkait riwayat medis, penggunaan produk perawatan tubuh, dan kondisi lingkungan yang mungkin memicu iritasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan (87%) melaporkan penggunaan produk perawatan tubuh tertentu, seperti sabun, sabun cuci rambut, dan tisu basah, yang dapat memicu iritasi kulit pada daerah kemaluan. Selain itu, sebagian besar partisipan (70%) juga melaporkan menggunakan celana dalam yang terlalu ketat atau dari bahan yang tidak sesuai dengan kulit.
Penelitian ini juga menemukan bahwa iritasi kulit pada daerah kemaluan lebih sering terjadi pada wanita yang mengalami menopause, memiliki riwayat infeksi jamur atau bakteri, dan mengalami stres emosional.
Untuk itu, menjaga kebersihan dan keringnya daerah kemaluan juga dapat membantu mengurangi risiko iritasi kulit pada daerah tersebut.
Gunakan pakaian dalam yang bersih dan lembut, hindari penggunaan sabun atau produk pembersih yang mengandung bahan kimia yang keras, dan jangan menggosok daerah kemaluan dengan terlalu keras saat mengeringkannya.
Jika iritasi kulit pada daerah kemaluan terjadi dalam waktu yang lama atau terasa semakin parah, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
Baca Juga: Cek Fakta: Sandiaga Uno Resmi Masuk PPP dan Terang-terangan Tantang Prabowo?