Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran (UNPAD) bersama Tim Corporate Communications Dept & Agriculture Development Dept Ajinomoto memberikan edukasi tentang praktik pemupukan yang baik dan inspirasi menu makanan menggunakan konsep bijak garam, kepada para petani anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lembang di Packing House Lembang, Cikidang, Kab. Bandung Barat, Kamis (13/7/2023).
Kegiatan edukatif tersebut dilakukan karena Ajinomoto memiliki target pada 2030 bersama afiliasinya di negara lain, untuk memperpanjang harapan hidup sehat 1 miliar orang di seluruh dunia dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas bisnis kami hingga 50%.
“Sebagai pelaku di industri pangan, selain memproduksi bumbu masak, kami juga menghasilkan produk samping yang salah satunya adalah pupuk Ajifol, pupuk ini memiliki banyak manfaat bagi tanaman ibu-bapak semua,” ucap Grant Senjaya, Head of Corporate Communications Dept PT Ajinomoto Indonesia.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut dia, pihaknya memiliki kegiatan yang disebut sebagai Health Provider. Kegiatan ini adalah inisiatif perusahaan FMCG tersebut untuk mentransformasikan seluruh karyawannya menjadi health provider ambassador.
Melalui kegiatan tersebut karyawannya diharapkan bisa berkontribusi meningkatkan pengetahuan bukan hanya diri sendiri, tetapi juga dapat menyampaikannya ke keluarga dan masyarakat Indonesia terkait gizi dan kesehatan keluarga juga kelestarian lingkungan.
Berbeda dengan pupuk yang pengaplikasiannya dari tanah, pupuk daun Ajifol, kata Business Development Agri Dev Dept PT Ajinomoto Indonesia, Subur Susantoso, memiliki sumber unsur hara mikro (yang tidak terdapat pada pupuk tanah) seperti Mn, Zn, B, dan Fe.
“Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman mulai dari awal tanam hingga panen, serta dengan kandungan asam amino berkualitas tinggi di dalamnya," terangnya.
Tak hanya itu, pupuknya juga mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit, sehingga dapat mengurangi pemakaian pestisida dan lebih ramah terhadap lingkungan.
“Saat ini, ada dua varian, Ajifol D untuk pertumbuhan vegetatif tanaman (akar, batang, daun) dan Ajifol B untuk pertumbuhan generatif tanaman (bunga dan buah)," lanjutnya.
Baca Juga: Sindir Denny Caknan? Netizen Omongkan Video Happy Asmara dan Arlida Putri
Penggunaannya, tambah Subur, juga cukup mudah, dengan menambahkan air terlebih dahulu sesuai takaran, lalu bisa langsung disemprotkan ke bagian tanaman.
Dalam seminar edukasi kali ini, Dr. Yudithia Maxiselly, SP.,MP, dosen Agroteknologi Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNPAD juga memberikan materi mengenai pemanfaatan limbah industri tebu sebagai bahan baku pupuk yang sejalan dengan apa yang sudah dilakukan oleh pabrik Ajinomoto di Mojokerto.
Untuk meningkatkan harapan hidup sehat petani yang hadir sebagai, Sakinah, Nutrition & Education Section, Corporate Communications Dept PT Ajinomoto Indonesia memberikan pemahaman mengenai konsep gizi seimbang, bijak garam, serta keamanan dan manfaat MSG.
Pemaparan mengenai konzep gizi yang seimbang ini disertai juga demo masak menarik yang memberikan inspirasi menu simpel “Bakso Sayur Umami” dan “Otak-Otak Tahu” yang dibawakan oleh Chef Eki Nugraha Kramadibrata.
“Melalui kampanye Bijak Garam, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi.," jelas Sakinah.
Pengaplikasiannya pun, kata dia, cukup mudah, hanya dengan mengurangi penggunaan garam yang semula 2 sendok teh, menjadi 1 sdt garam ditambah setengah MSG (untuk 1 liter air/kuah dalam menu masakan.