Popren.suara.com - Sumber dari dalam Tesla menyebutkan bahwa pembentukan tim rajasia 'Diversion' ini terjadi karena pusat pelayanan Tesla dihadapkan pada banjir keluhan dari pelanggan. Mayoritas keluhan berkaitan dengan jarak tempuh mobil listrik yang tidak sesuai dengan klaim yang diiklankan oleh Tesla.
Dilansir dari Reuters, tim rahasia ini terdiri dari karyawan Tesla di Nevada, Las Vegas, yang bertugas untuk menolak segala bentuk pertemuan yang berhubungan dengan keluhan pelanggan.
Keluhan pelanggan ini sebenarnya bukan tentang produk yang rusak, tetapi lebih pada ketidaksesuaian antara materi pemasaran dan kenyataan lapangan. Taktik pemasaran yang meragukan ini dilaporkan sudah berlangsung selama satu dekade, terutama ketika Tesla menjual produk unggulannya seperti Roadster dan Model S.
Namun, ketika pelanggan bertemu dengan 'tim penasihat' Tesla, keluhan tersebut tampaknya ditolak dan tak pernah benar-benar dianalisis atau didiagnosis. Para manajer Tesla di Nevada bahkan memberi penghargaan kepada karyawan yang berhasil menolak keluhan pelanggan dengan cara memberikan tepuk tangan sebagai bentuk perayaan 'kemenangan'.
Dalam pemasarannya, Tesla diduga melakukan manipulasi software dan algoritma tertentu untuk menampilkan jarak tempuh mobil yang lebih jauh dari kenyataannya. Namun, ketika baterai mobil turun di bawah 50% daya maksimum, algoritma akan menampilkan proyeksi yang lebih realistis tentang jarak tempuh yang tersisa.
Hingga saat ini, Tesla dan Elon Musk belum memberikan tanggapan atau respons atas tudingan ini.